Arti Contact Tracing dan Efektivitas Melacak Sebaran Covid-19

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 03/04/2020 10:44 WIB
Contact tracing merupakan konsep untuk mendeteksi orang-orang yang berpotensi tinggi tertular virus dari pasien positif Covid-19. Ilustrasi: Contact tracing merupakan konsep untuk mendeteksi orang-orang yang berpotensi tinggi tertular virus dari pasien positif Covid-19. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Contact tracing atau penelusuran kontak, merupakan salah satu istilah yang kerap disebut di tengah penyebaran virus corona. Kasus infeksi virus corona (Covid-19) di beberapa negara terus meningkat.

Penyebaran virus juga meluas, dari semula satu negara lantas menjalar ke 180 negara di dunia dan menginfeksi lebih 930 ribu orang. Berdasar data John Hopkins University hingga Kamis (2/4), 47 ribu lebih orang meninggal dan lebih 194 ribu pasien lainnya berhasil sembuh.

Pemerintah berbagai negara melakukan contact tracing tersebut guna mengendalikan laju penyebaran virus yang mulai diidentifikasi Desember 2019 tersebut. Banyak orang kemudian dipantau dan dievaluasi saat diketahui pernah kontak dengan pasien positif Covid-19.


Identifikasi terhadap orang-orang yang melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19 inilah yang merupakan konsep contact tracing. Gagasan di balik konsep ini adalah pencegahan penyebaran infeksi ke kerumunan besar atau komunitas melalui pemutusan rantai transmisi.


Tapi, apa sebenarnya yang dimaksud contact tracing?

Menurut Journal Healthcare Management Science, pelacakan kontak adalah sarana utama untuk mengendalikan penyebaran penyakit menular seperti Covid-19, STDs, Ebola dan tuberkulosis. Ini adalah konsep yang digunakan mendeteksi jumlah orang yang terinfeksi setelah melakukan kontak dekat dengan kasus positif penyakit.

Contoh untuk kasus Covid-19, pandemi yang telah menginfeksi ratusan ribu orang di seluruh dunia ini bersifat menular. Penularan virus bisa melalui droplet (percikan partikel liur dari batuk, bersin atau saat berbicara), sehingga kontak dekat dengan orang yang terinfeksi virus memungkinkan penyebaran. Yang dekat dengan orang terinfeksi inilah yang berpotensi menyebarkan lagi virus saat berada di kerumunan. Sebab tak jarang di antara mereka bahkan tak menyadari telah membawa virus di tubuhnya.

Karena itu, penting melakukan penelusuran kontak dan mengendalikan pergerakan orang yang sudah berpotensi tertular tadi.

Konsep pelacakan kontak dimaksudkan untuk memberikan respons cepat ke orang yang baru atau diduga terinfeksi dan mengawasi mereka dengan cermat. Langkah ini bagian dari pencegahan penyebaran virus lebih lanjut.

Contact Tracing dan Efektivitasnya Melacak Sebaran Covid-19Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian

Bagaimana cara kerja contact tracing?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pelacakan kontak dilakukan melalui tiga langkah. Pertama, melakukan identifikasi kontak. Di sini, orang yang terinfeksi diminta untuk merunut kegiatannya sejak timbulnya gejala penyakit dan jumlah orang yang telah mereka kunjungi atau kontak. Misalnya, keluarga, teman, kerabat, kolega atau petugas kesehatan.

Kedua, mendaftar kontak. Dalam proses ini, siapapun yang telah melakukan kontak langsung dengan pasien positif akan didata. Individu yang terinfeksi juga diberikan informasi mengapa perlu melakukan karantina mandiri pada tahap awal ini. Perlu diberitahukan bahwa karantina mandiri penting dilakukan untuk menghentikan penyebaran infeksi ke tingkat masyarakat.

Ketika, tindak lanjut kontak. Di sini, tindak lanjut rutin dilakukan ke seluruh orang yang sudah didaftar. pemantauan gejala pun dilakukan rutin dan berkala. Mereka juga diminta melakukan karantina mandiri untuk pencegahan penyakit.


Apakah pelacakan kontak atau contact tracing ini efektif?

Pada Covid-19, perlu sekitar tujuh hingga 14 hari muncul gejala. Pada tahap awal umumnya orang mengalami gejala ringan seperti demam, batuk dan sakit kepala. Pelacakan kontak ini boleh jadi sebuah jenis pekerjaan yang rumit, sebab harus merunut kembali kontak pasien positif dengan orang-orang lain. Dan tentu, tak hanya satu.

Ketika mengatakan 'kontak erat' itu bukan berarti setiap orang yang mereka temui di jalanan atau saat berbelanja, atau orang yang di seberang jalan yang dilewati pasien positif. Bukan begitu.

Kontak erat berarti kontak tatap muka atau, orang yang terinfeksi menghabiskan waktu lebih dari 15 menit dalam jarak dua meter.


Kontak erat ini juga dikategorikan menjadi kontak erat tinggi dan rendah. Keduanya sama-sama harus diberi tahu soal penyebaran virus corona lantas diminta untuk melakukan karantina mandiri--terlebih jika mereka mengalami gejala.

Dikutip dari Bold Sky, pelacakan kontak disebut sebagai langkah efektif lantaran segera mendeteksi orang-orang yang paling berisiko terkena penyakit ini. Proses lanjutan contact tracing ini juga memungkinkan pengujian langsung bagi mereka yang menunjukkan gejala.

Berdasar penelitian yang diterbitkan jurnal Lancet, wabah Covid-19 penyebarannya bisa dikontrol hingga 90 persen hanya jika 80 persen kontak-kontak tersebut berhasil dilacak, lantas diisolasi.

[Gambas:Video CNN] (NMA/NMA)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK