Kisah Nabi

Kesungguhan Tobat Nabi Yunus, Cerita dan Doa di Perut Paus

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 12/05/2020 17:03 WIB
ILUSTRASI KISAH NABI - NABI YUNUS Ilustrasi. Dari kisah Nabi Yunus, manusia bisa belajar soal konsistensi menyerukan kebaikan dan kesungguhan untuk memperbaiki diri. (Diolah dari Istock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kisah Nabi Yunus AS mengajarkan kesungguhan tobat kepada Allah SWT. Doa Nabi Yunus AS saat bertobat kepada Allah ketika ditelan ikan paus, menjadi salah satu doa yang terus diamalkan hingga saat ini.

Nabi Yunus AS diangkat menjadi nabi dan rasul saat masih berusia muda, yakni 33 tahun. Yunus mendapat tugas menyiarkan agama Allah pada kaum Ninawa--saat ini di Irak--yang menyembah berhala.

Ia lalu meninggalkan Syam dan menuju Ninawa untuk memberi peringatan. Yunus menempuh perjalanan panjang melewati gurun pasir yang panas gersang.


Setibanya di Ninawa, Nabi Yunus menjumpai banyak cobaan dalam menegakkan kebenaran. Sebagai orang asing, Nabi Yunus sama sekali tak dianggap oleh kaum Ninawa. Namun, Nabi Yunus tetap sabar dalam menyebarkan ajaran Allah.


Kedatangan Yunus ditentang banyak orang. Yunus dianggap menghina berhala-berhala yang disembah kaum Ninawa. Mereka mengejek dan menyebut Yunus sebagai orang gila.

Setelah bertahun-tahun, kaum Ninawa tak juga menerima ajaran Nabi Yunus. Kaum Ninawa bahkan mengusir Nabi Yunus. Hanya ada dua orang saja yang mempercayai ajaran Nabi Yunus. Mereka adalah Rubil dan Tanuh.

Hingga suatu hari, Nabi Yunus tak lagi sabar menerima penolakan kaum Ninawa. Nabi Yunus memilih meninggalkan kaum Ninawa dengan perasaan sedih yang tak keruan. Saat pergi, Yunus berdoa kepada Allah untuk membalas perbuatan kaum Ninawa.

Tak lama, petir dan angin kencang datang menyapu ladang, peternakan, dan rumah kaum Ninawa. Allah juga menimpakan gempa besar pada kaum Ninawa.

Kaum Ninawa lalu menyadari kebenaran peringatan Nabi Yunus. Mereka pun mencari Nabi Yunus untuk bertobat.

Nabi Yunus dan Tanuh pergi meninggalkan Ninawa. Mereka menuju dermaga. Nabi Yunus lalu menaiki sebuah kapal. Di kapal Nabi Yunus juga menyempatkan untuk menyebarkan agama Allah.


Ilustrasi dermagaIlustrasi: Setelah ditolak dan dihina, Nabi Yunus meninggalkan kaum Ninawa. Ia menuju dermaga, menaiki kapal untuk melakukan perjalanan menyebarkan ajaran Allah SWT. (Foto: Unsplash/Gabriel Santiago)


Ketika berlayar, Allah mendatangkan awan hitam dan ombak besar di kapal Nabi Yunus. Badai besar itu membuat kapal oleng . Nabi Yunus mengajak seluruh penumpang untuk berzikir dan mengingat Allah SWT.

Nakhoda kapal lantas memerintahkan para penumpang untuk membuang barang-barang agar seluruh orang selamat. Tapi setelah itu dilakukan, kapal masih tetap oleng.

Nakhoda pun memutuskan untuk mengurangi jumlah penumpang. Mereka melakukan pengundian untuk menentukan siapa yang harus keluar dari kapal.

Saat pengundian pertama kali, muncul Nama Nabi Yunus. Namun, sebagian tak sepakat karena Nabi Yunus orang yang taat. Pengundian pun diulang, tapi tetap saja yang muncul adalah nama Nabi Yunus.

Nabi Yunus menerima dan menganggap hal tersebut adalah takdir yang dipilihkan Allah. Nabi Yunus lalu terjun ke laut sambil menyebut Nama Allah.

Kapal pun kembali stabil dan para penumpang semakin yakin dengan ajaran Nabi Yunus.

Ilustrasi matahari terbenam di lautIlustrasi: Di saat Nabi Yunus terombang-ambing di lautan lepas, ia selalu berzikir mengingat Allah SWT. (Foto: Pixabay/pacificazure)


Setelah terjun, Nabi Yunus terombang ambing di lautan bebas. Dia selalu berzikir mengingat Allah hingga muncul ikan paus mendekat. Paus itu mengisap dan memakan tubuh Nabi Yunus. Seketika Nabi Yunus ada di dalam perut paus.

Di perut paus, Nabi Yunus bertahan hidup dengan memakan ikan-ikan kecil yang ditelan sang paus.

Di perut paus, Nabi Yunus merenungi perbuatannya. Di perut paus, Nabi Yunus menyadari bahwa meninggalkan kaum Ninawa adalah sebuah kesalahan. Sebab Allah memerintahkan Nabi Yunus untuk terus berdakwah dan tidak meninggalkan kaum Ninawa.

Nabi Yunus lentas bertobat dan memohon ampun kepada Allah sambil beristighfar. Berikut lantunan doa tobat yang diucapkan Nabi Yunus saat di dalam perut paus.

لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ

Laa Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadzholimin

Artinya:
Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.

Doa Nabi Yunus ini sesuai dengan Surat Al-Anbiya ayat 87.

Di perut paus, dalam keadaan gelap, Nabi Yunus tanpa henti meminta pengampunan kepada Allah selama 40 hari berturut.

Allah lalu mengabulkan doa Nabi Yunus dan mengeluarkan Nabi Yunus ketika paus berada di dekat daratan.

"Maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berzikir (bertasbih) kepada Allah, niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai hari kebangkitan," firman Allah surat As-Saffat ayat 143-144.

[Gambas:Video CNN]

Nabi Yunus pun berenang ke tepian. Saat tiba di daratan, Nabi Yunus langsung bergegas menuju Ninawa.

Setibanya di Ninawa, ia disambut oleh masyarakat yang sudah bertobat dan menanti kedatangan Nabi Yunus.

Dari kisah Nabi Yunus terdapat sejumlah hikmah dan pelajaran yang bisa diambil. Nabi Yunus mengajarkan untuk tidak pernah berhenti menyeru kebaikan pada berbagai orang walaupun mendapat penolakan.

"Dari kisah ini kita belajar untuk tidak berhenti menyeru, semua orang pada Allah. Jangan pernah berhenti," kata Ustaz Hilman Fauzi kepada CNNIndonesia.com.

Nabi Yunus juga mengajarkan untuk pandai mengevaluasi diri. "Nabi Yunus tahu cara mengevaluasi diri. Beliau minta maaf dan tidak menyalahkan orang lain," ucap Ustaz Hilman.

Umat Muslim berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono.Ilustrasi: Nabi Yunus memberi teladan soal ketekunan, kesabaran memanjatkan doa dan menunggu seraya percaya bahwa Allah SWT akan menjawab permintaan umatnya. (Foto: Adhi Wicaksono)


Nabi Yunus juga memberi contoh untuk selalu meminta pertolongan pada Allah SWT. Keteguhan doa membuat Nabi Yunus selamat dari perut ikan paus.

"Nabi Yunus mengajarkan untuk bersabar pada doa yang dipanjatkan kepada Allah. Proses mengabulkannya tidak simsalabim, tapi ada prosesnya. Allah menunggu sampai paus dekat ke daratan agar Nabi Yunus mudah untuk berenang," tutur Ustaz Hilman.

Allah SWT yang paling mengetahui kapan waktu terbaik mengabulkan sebuah doa. (ptj/NMA)

[Gambas:Video CNN]