Studi: Antibodi SARS Bisa Memblokir Infeksi Covid-19
CNN Indonesia
Rabu, 20 Mei 2020 12:47 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah studi para ilmuwan mendapati antibodi dari seorang pasien yang pulih dari SARS terbukti mampu memblokir infeksi virus corona (Covid-19) di lingkungan laboratorium. Temuan ini muncul di tengah upaya mencari terobosan potensial untuk pengobatan virus corona yang hingga Selasa (19/5) menginfeksi lebih 4,8 juta orang di dunia.
Para ilmuwan yang berbasis di Swiss dan Amerika Serikat itu sebelumnya mengisolasi antibodi dari pasien pada 2003 silam. Saat itu setelah wabah SARS menewaskan 774 orang.
Tim peneliti itu bereksperimen dengan 25 jenis antibodi berbeda dan menargetkan lonjakan protein spesifik pada virus. Ini dilakukan guna mengamati apakah antibodi itu mampu mencegah sel terinfeksi Covid-19.
Jenis virus penyebab SARS dan Covid-19 berasal dari keluarga virus corona, yang diduga datang dari hewan, sehingga strukturnya pun serupa. Peneliti lantas mengidentifikasi delapan antibodi yang dapat mengikat Covid-19 dan sel yang terinfeksi.
Dikutip dari laporan AFP, satu kandidat yang dikenal sebagai S309 terbukti memiliki "aktivitas netralisasi yang sangat kuat" terhadap Covid-19.
Gabungan S309 dengan antibodi lain yang kurang kuat disebut bisa mengurangi potensi virus bermutasi. Namun sementara ini belum ada percobaan pada manusia untuk penelitian ini.
Para peneliti dalam jurnal yang diterbitkan Nature mengungkapkan, temuan ini hanya mewakili bukti konsep bahwa antibodi SARS dapat mencegah infeksi Covid-19 kian parah dan menyebar.
"Hasil ini membuka jalan untuk menggunakan antibodi yang mengandung S309 dan S309 untuk profilaksis pada individu yang berisiko tinggi terpapar, atau sebagai terapi pasca-penanganan yang terbatas atau perawatan penyakit tertentu," tulis peneliti.
Pandemi virus corona telah mendatangkan ratusan percobaan untuk pengobatan, termasuk beberapa di antaranya melibatkan penggunaan antibodi pasien Covid-19 yang pulih.
(afp/nma)
[Gambas:Video CNN]
Para ilmuwan yang berbasis di Swiss dan Amerika Serikat itu sebelumnya mengisolasi antibodi dari pasien pada 2003 silam. Saat itu setelah wabah SARS menewaskan 774 orang.
Tim peneliti itu bereksperimen dengan 25 jenis antibodi berbeda dan menargetkan lonjakan protein spesifik pada virus. Ini dilakukan guna mengamati apakah antibodi itu mampu mencegah sel terinfeksi Covid-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenis virus penyebab SARS dan Covid-19 berasal dari keluarga virus corona, yang diduga datang dari hewan, sehingga strukturnya pun serupa. Peneliti lantas mengidentifikasi delapan antibodi yang dapat mengikat Covid-19 dan sel yang terinfeksi.
Dikutip dari laporan AFP, satu kandidat yang dikenal sebagai S309 terbukti memiliki "aktivitas netralisasi yang sangat kuat" terhadap Covid-19.
Gabungan S309 dengan antibodi lain yang kurang kuat disebut bisa mengurangi potensi virus bermutasi. Namun sementara ini belum ada percobaan pada manusia untuk penelitian ini.
Foto: CNNIndonesia/Basith SubastianInfografis Rentang Masa Krisis Virus Corona di China |
Para peneliti dalam jurnal yang diterbitkan Nature mengungkapkan, temuan ini hanya mewakili bukti konsep bahwa antibodi SARS dapat mencegah infeksi Covid-19 kian parah dan menyebar.
"Hasil ini membuka jalan untuk menggunakan antibodi yang mengandung S309 dan S309 untuk profilaksis pada individu yang berisiko tinggi terpapar, atau sebagai terapi pasca-penanganan yang terbatas atau perawatan penyakit tertentu," tulis peneliti.
Pandemi virus corona telah mendatangkan ratusan percobaan untuk pengobatan, termasuk beberapa di antaranya melibatkan penggunaan antibodi pasien Covid-19 yang pulih.
Foto: CNN Indonesia/Timothy LoenDisclaimer: penelitian ini masih membutuhkan kajian lebih lanjut dan mendalam sebelum bisa ditetapkan sebagai obat untuk mengatasi infeksi corona. WHO dan kemenkes hingga saat ini belum merekomendasikan obat tertentu untuk penyembuhan Covid-19. |
[Gambas:Video CNN]
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen