Bahaya Paparan Sinar Biru Layar Gadget bagi Kesehatan Kulit

CNN Indonesia | Jumat, 29/05/2020 16:51 WIB
Ilustrasi pengguna tablet Ilustrasi: Paparan sinar biru dari layar perangkat digital bisa mengakibatkan pelbagai dampak bagi kesehatan, salah satunya kesehatan kulit. (Foto: KaboomPics)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang memaksa sebagian besar orang untuk tetap di rumah membuat interaksi dengan gadget kian bertambah. Yang perlu diingat, paparan "blue light" atau sinar biru yang dipancarkan layar perangkat digital berdampak buruk bagi kesehatan, termasuk kesehatan kulit.

Mulai dari telepon genggam, komputer, televisi, laptop ataupun gadget lainnya.

Seorang dokter kulit di New York, Michelle Henry memperingatkan, semakin dekat dengan gadget yang memancarkan sinar biru maka dampak bagi kesehatan pun kian banyak.


"Sinar biru merusak retina dan mengurangi ekskresi (pengeluaran) melatonin, sehingga mengganggu siklus tidur Anda," kata Henry kepada Gulf News seperti dikutip Antara.


Ia pun menerangkan, masing-masing perangkat digital memiliki tingkat paparan sinar biru yang berbeda. Misalnya, televisi akan lebih sedikit memaparkan sinar biru ketimbang komputer karena jarak antara penonton dengan layar pun lebih jauh.

"Dan lebih banyak cahaya dari ponsel Anda daripada komputer Anda, karena ponsel Anda sangat dekat dengan wajah Anda," tutur dia lagi.

Sinar biru tersebut akan menghancurkan kolagen melalui stres oksidatif.

Bahan kimia dalam kulit yang disebut flavin akan menyerap sinar biru. Reaksi yang terjadi selama penyerapan tersebut menghasilkan molekul oksigen yang tak stabil yang bisa merusak kulit.

Focused beautiful young woman looking at herself in the bathroom mirror at homeIlustrasi: Paparan sinar biru dari layar perangkat digital berdampak bagi kesehatan, termasuk kesehatan kulit. Foto: Istockphoto/Wavebreakmedia)


Paparan sinar biru juga disebut lebih bermasalah untuk kulit berwarna. Sebuah penelitian pada 2010 yang diterbitkan The Journal of Investigative Dermatology menemukan bahwa sinar biru mengakibatkan hiperpigmentasi pada kulit sedang hingga gelap. Sedangkan pada kulit yang lebih terang, relatif tak berpengaruh.

Komunitas medis mengelompokkan warna kulit berdasarkan pada bagaimana reaksi terhadap sinar UV. Tipe 1 adalah warna paling terang dengan sensitivitas UV paling tinggi.

"Ini jenis kulit milik Nicole Kidman dan Conan O'Brien," kata Mathew M. Avram, direktur Pusat Dermatologi Laser dan Kosmetik Rumah Sakit Umum Massachusetts di Boston.

Sementara kulit Tipe 2 terkena sinar biru tetapi tidak mengalami pigmentasi. Hingga skala naik ke Tipe 6 yang merupakan yang paling gelap dan paling tidak mungkin terbakar.


Sementara kulit berwarna akan menggelap, dan kegelapan itu bertahan selama beberapa minggu.

Cara paling sederhana untuk melindungi kulit dari paparan sinar biru salah satunya dengan menyematkan modus malam pada perangkat digital, sehingga layar berwarna lebih hangat. Atau, mengganti bohlam LED dengan yang memancarkan sedikit sinar biru.

Saran lainnya adalah dengan mengonsumsi vitamin C. Molekul vitamin C cukup kecil untuk menembus kulit. (Antara/NMA)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK