Namun tantangan yang meniru hal yang dialami Floyd dengan menekan leher ini membuat banyak orang marah, terutama di dunia online. Tantangan tersebut mendapatkan banyak kecaman karena dinilai tak sensitif.
Awalnya, tantangan ini dimulai ketika seorang pelatih gulat di sekolah menengah melakukan adegan seperti yang dialami Floyd, dengan menekan bagian leher orang lainnya dengan lutut, beredar di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum mati. Ini semua untuk semua orang dan orang yang tak tahu apa yang mereka bicarakan ketika mereka bilang ini (menekan lutut ke leher) bisa membunuhmu," tulisnya.
Pria yang diketahui sebagai pelatih di Bethel School District ini pun dipecat dari jabatannya.
"Perilakunya tidak konsisten dengan inisiatif keadilan dan kebijakan nondiskriminasi di sekolah," kata seorang juru bicara sekolah menurut KOMO News.
Hollenbeck pun akhirnya meminta maaf atas perbuatannya.
Tak cuma Hollenbeck, aksi lainnya juga menyebar dan dilakukan orang lainnya. Pekerja konstruksi dari East Bethel, Minnesota juga dipecat karena melakukan tantangan tersebut.
Selain itu, dua orang calon mahasiswa dibatalkan penerimaan di universitas karena mereka mengunggah video Snapchat serupa. Namun Presiden Universitas di Missouri, Clif Smart mengklarifikasi bahwa calon mahasiswa tersebut memilih untuk mundur.
Hal lainnya juga terjadi di Inggris. Mereka juga menuliskan unggahan 'kebrutalan polisi' pada keterangan fotonya. Akhirnya mereka pun ditangkap karena dianggap melakukan kejahatan rasial.
Foto: AP/Wong Maye-Eilustrasi saat demo kekerasan yang dialami George Floyd |
Berbagai situs media sosial sekarang ini sudah menindak para pengguna yang berpartisipasi dalam tantangan tersebut serta memblokir hashtagnya.
Mengutip Indian Express, salah satu tangkapan layar memperlihatkan bahwa challenge tersebut dibagikan di SnapChat, sementara foto dan video lainnya menunjukkan gambar tersebut diunggah di Facebook dan Instastory.
Tantangan ini menuai kontroversi usai munculnya petisi online yang meminta TikTok menghapus konten apapun yang melibatkan George Floyd Challenge. (chs)
Foto: AP/Wong Maye-E