Perempuan Disarankan Screening Gangguan Cemas Sejak 13 Tahun

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 13:23 WIB
Young woman victim suffering from abuse, harassment, depression or heartbreak, sad desperate teenager having problems holding head in hands, heartbroken upset girl crying having dangerous addiction Ilustrasi. Perempuan disarankan untuk screening gangguan cemas pada usia 13 tahun untuk mencegah gangguan cemas di masa depan karena dinilai lebih berisiko. (Istockphoto/fizkes)
Jakarta, CNN Indonesia --

Studi terbaru merekomendasikan setiap perempuan harus melakukan screening deteksi dini gangguan kecemasan (anxiety disorder) pada usia 13 tahun. Screening ini bertujuan untuk mencegah gangguan kecemasan di masa depan karena perempuan lebih berisiko mengalami gangguan tersebut.

Studi dari Women's Preventive Services Initiative (WPSI) yang baru saja dipublikasikan di jurnal Annals of Internal Medicine merekomendasikan screening atau pemeriksaan awal mengenai kecemasan pada remaja perempuan berusia 13 tahun atau lebih termasuk perempuan hamil dan setelah melahirkan.

Rekomendasi ini dikeluarkan setelah WPSI mengevaluasi tinjauan mengenai efektivitas screening serta manfaat dan bahaya perawatan pada perempuan remaja maupun dewasa. WPSI mendapati perempuan lebih rentan mengalami gangguan kecemasan. Prevalensi gangguan kecemasan pada perempuan adalah sekitar 40 persen, dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Gangguan kecemasan merupakan kondisi mental yang ditandai dengan rasa khawatir berlebih dan tidak terkendali. Gangguan itu termasuk gangguan kecemasan umum, gangguan panik, gangguan kecemasan sosial, atau sekolah.

Perempuan lebih mungkin mengalami kecemasan karena sejumlah alasan. Mulai dari faktor biologis hingga stres dan pelecehan seksual. Remaja perempuan juga lebih mungkin khawatir tentang penampilan, sekolah, dan media sosial.

Gangguan kecemasan dapat terjadi pada masa kanak-kanak. Usia rata-rata seseorang mengalami gangguan kecemasan adalah 11 tahun dan dapat berkembang pada pertengahan masa dewasa. Umumnya, kecemasan akan menurun pada sekitar usia 60 tahun.

Selama kehamilan dan periode postpartum, gangguan kecemasan meningkat baik secara frekuensi maupun efeknya, termasuk pada bayi dan keluarga.

Menurut WPSI, screening atau deteksi dini gangguan kecemasan di usia muda dapat memberikan banyak manfaat. Berdasarkan tinjauan pada 171 studi, deteksi dini memberikan manfaat berupa gejala yang membaik dan tingkat kekambuhan yang menurun setelah melakukan terapi psikologis.

"Tujuan dari rekomendasi ini adalah untuk meningkatkan deteksi gangguan kecemasan pada remaja perempuan dan dewasa melalui screening untuk mencapai diagnosis awal jenis kecemasan spesifik dan kondisi yang terjadi, memulai pengobatan yang tepat, dan meningkatkan kesehatan, fungsi, dan kesejahteraan," rekomendasi dari WPSI.


(ptj/asr)

[Gambas:Video CNN]