Buah Tidak Bisa Gantikan Sayur untuk Penuhi Kebutuhan Serat

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 06:52 WIB
Ilustrasi Sayuran Setidaknya manusia memiliki kebutuhan serat harian sebanyak 25-35 gram. Kebutuhan serat bisa dipenuhi dari konsumsi buah dan sayur.(kkolosov/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Serat memainkan peranan penting dalam kesehatan pencernaan. Bahkan serat berperan dalam menjaga sistem imunitas tubuh. Dokter spesialis gizi klinik, Hilna Khairunisa Shalihat menuturkan sebanyak 70 persen sistem imun menghuni saluran cerna. Dari sini, penting untuk menjaga saluran cerna agar sistem imun bekerja dengan baik salah satu caranya dengan konsumsi serat.

Setidaknya Anda memiliki kebutuhan serat harian sebanyak 25-35 gram. Kebutuhan serat bisa dipenuhi dari konsumsi buah dan sayur. Namun Hilna mengingatkan, Anda tidak bisa mengonsumsi buah saja untuk mendapatkan asupan serat atau sebaliknya hanya mengonsumsi sayur saja tanpa buah.

Mengapa?


1. Kebutuhan dua jenis serat

Tubuh memerlukan dua jenis serat baik serat larut air dan serat tidak larut air. Keduanya memiliki fungsi berbeda. Serat larut air mampu menyerap air dan membentuk semacam gel. Gel ini bisa mengikat kolesterol dan glukosa dalam darah sehingga kadar keduanya terkontrol.

Sedangkan serat tidak larut berarti serat tidak dicerna secara utuh. Serat akan dipecah, difermentasi oleh bakteri baik kemudian membesar sehingga membuat tinja besar dan lembut. Serat tidak larut membantu mengatasi masalah konstipasi.

"(Perbandingan) kebutuhan akan serat larut air dan serat tidak larut air 2:1, lebih banyak serat larut air," kata Hilna.

Serat larut air banyak terdapat pada buah-buahan, sedang serat tidak larut banyak terdapat pada sayuran. Hilna mengatakan asupan serat sebaiknya berasal dari kedua jenis makanan ini.

2. Kandungan gula sederhana pada buah

female hands holds pineapple on green tropical jungle background.Foto: Istockphoto/Kateryna Kukota
buah mengandung serat tinggi

Kebutuhan serat sebanyak 25-35 gram jika dikonversikan ke dalam asupan buah dan sayur setidaknya sebanyak 5-7 porsi. Namun sebaiknya Anda tidak memenuhi semua kebutuhan serat hanya dengan mengonsumsi buah.

Menurut Hilna, buah apalagi buah-buahan yang sudah matang semakin banyak mengandung gula sederhana.

"Kalau misal 5 porsi buah, gula sederhana makin tinggi. Makanya yang mau diet, saya tidak menyarankan terlalu banyak makan buah yang sudah matang seperti pisang, nanas," jelas dia.

3. Sayur lengkapi asupan nutrisi

Sayuran organik dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, karena di dalam sayuran organik mengandung mineral dan vitamin. Dengan kandungan tersebut jika kita rutin mengkonsumsi sayuran organik sistem kekebalan tubuh kita juga akan meningkat, sehingga kita menjadi jarang terkena penyakit, dan tidur pun akan lebih nyenyak. CNN Indonesia/Andry NovelinoFoto: CNN Indonesia/Andry Novelino
Sayuran organik dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, karena di dalam sayuran organik mengandung mineral dan vitamin. CNN Indonesia/Andry Novelino

Konsumsi buah dan sayur bakal melengkapi kebutuhan nutrisi termasuk vitamin, mineral dan serat. Jika Anda hanya mengonsumsi buah, Anda bakal kehilangan asupan vitamin K yang banyak terdapat pada sayuran.

Mengutip dari Alodokter, vitamin K bermanfaat untuk pembekuan darah. Kekurangan vitamin K berakibat darah sulit membeku dan orang jadi mudah mengalami pendarahan. Vitamin K bisa diperoleh dari konsumsi kangkung, bayam, brokoli, lobak, sawi dan kubis.

(els/chs)

[Gambas:Video CNN]