Mengenal Enoki, Jamur yang Tercemar Bakteri Listeria

tim, CNN Indonesia | Jumat, 26/06/2020 19:33 WIB
Japanese side dish called Enoki ponzu is boiled enoki mushroom with sweet and sour soy sauce called Ponzu topping with scallion and perilla leaf on brown wooden plate . Jamur enoki tengah menjadi pembicaraan karena ada yang tercemar bakteri Listeria monocytogenes. Apa sebenarnya jamur ini? (iStockphoto/Chayut Kataweteebup)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jamur enoki tengah menjadi pembicaraan karena ada yang tercemar bakteri Listeria monocytogenes. Kandungan bakteri tersebut menyebabkan banyak orang sakit, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, janin, dan juga orang lanjut usia.

Namun sebenarnya, jamur enoki adalah jamur yang biasa digunakan untuk berbagai sajian, khususnya di hidangan Asia Timur seperti Jepang dan Korea.

Apa sebenarnya jamur enoki?


Enoki memiliki nama latin Flammulina velutipes. Dalam bahasa Jepang, jamur ini dikenal sebagai jamur enokitake. Sedangkan dalam bahasa Korea disebut paengi beoseot.

Jamur Enoki telah tumbuh liar sejak zaman kuno di Asia Timur dan Amerika Utara, dengan banyak ahli memperkirakan jamur ini sudah ada sejak 800 SM di Asia. Varietas ini pertama kali dibudidayakan di Jepang. 

Jamur ini merupakan jamur budidaya komersial. Varietas yang dibudidayakan adalah enoki berwarna putih dengan bentuk yang panjang dan tipis dengan bagian topi di ujungnya. Bentuknya yang tipis dan kecil ini membuatnya disebut juga sebagai jamur jarum emas, jamur fufu, atau jamur lily.

Ketika dimakan sebagai bahan campuran untuk sup, hot pot, sate, atau tumis, jamur ini memberikan tekstur hidangan yang renyah dan rasa yang gurih.


Selain dibudidayakan, jamur enoki juga tumbuh liar. Perbedaan keduanya pun sangat mencolok Jamur enoki liar memiliki topi jamur yang lebih lebar, batang lebih pendek dan juga warna yang kecokelatan. Selain itu, rasanya juga sedikit lebih kenyal dan lengket.

Jamur enoki liar tumbuh berkelompok di pohon seperti hackberry, kesemek, dan mulberry. Sedangkan jamur budidaya ditanam di lingkungan yang gelap dan kaya karbondioksida untuk mendorong pertumbuhan batang yang panjang, tipis, dan putih.

jamur enokiFoto: iStockphoto/joannatkaczuk
jamur enoki

Obat tradisional

Mengutip Specialty Produce, jamur enoki sudah dibudidayakan selama ratusan tahun. Jamur ini juga termasuk bahan makanan yang dihargai dalam urusan masakan dan obat tradisional China, Jepang, dan Korea.

Di Cina, jamur enoki kaya akan vitamin dan mineral dan diyakini membantu mengurangi gejala yang terkait dengan masalah usus, tekanan darah, dan penyakit hati. Di Jepang, jamur populer digunakan untuk membuat es enoki.

Sebelum dimasak, jamur ini harus dipotong bagian dekat akar dan batang. Setelah itu dicuci sampai bersih dan tak lagi berlendir.

Pada dasarnya jamur ini mengandung antioksidan yang baik untuk tubuh seperti ergothioneine. Mengutip berbagai sumber, Penelitian di National University of Singapore, pertama kali diterbitkan pada tahun 2005, menyatakan bahwa tangkai jamur jarum emas mengandung sejumlah besar protein, dinamai "Lima" / "FIP-fve" oleh para peneliti, yang membantu dalam regulasi sistem kekebalan tubuh.

Namun saat ini, jamur enoki menjadi berbahaya karena tercemar oleh bakteri Listeria. Bakteri Listeria ini ada di jamur enoki dari produsen Korea Sun Hong Foods, dan saat ini sudah ditarik dari peredaran. Kementan RI sendiri juga sudah memusnahkan jamur enoki dari produsen tersebut demi terhindar dari wabah listeria.

(chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK