Akses ke Situs Booking Online di TN Komodo Masih Bermasalah

CNN Indonesia | Sabtu, 25/07/2020 07:02 WIB
Situs booking online masuk TN Komodo disebut belum sempurna, sehingga sejumlah pelaku wisata lokal kesulitan mengaksesnya. Kapal-kapal wisata yang berlayar membawa wisatawan di perairan Taman Nasional Komodo. (Dok. Kementerian Pariwisata)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para pelaku wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menolak penerapan sistem pendaftaran baru berupa booking online untuk masuk ke sejumlah destinasi wisata di Taman Nasional Komodo (TNK).

Selain situs yang belum siap, sejak diberlakukan mulai 6 Juli 2020, sistem booking online diklaim belum mendesak serta dikhawatirkan akan menyulitkan dan mengancam mata pencaharian para pelaku wisata lokal untuk mengakses spot-spot wisata di dalam TNK.

Seperti yang dialami oleh Kris, salah satu agen lokal yang hendak mengantar tamu ke wilayah itu.


Beberapa kali dirinya mencoba melakukan booking melalui situs yang telah disiapkan.

Namun, ia terus-menerus gagal.

"Saya ada tamu, saya coba masuk ke link mereka (booking online). Ternyata link itu tidak siap. Saya masuk hari Jumat (17), Sabtu (18), Minggu (19), Senin (20) tetapi tidak ada jawaban. Ini kan lucu," katanya kepada CNNIndonesia.com pada Rabu (22/7).

Karena terus gagal, Kris mencoba mendatangi pihak Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) sebagai salah satu yang bertanggung jawab selain Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) dan Dinas Pariwisata Manggarai Barat untuk menanyakan masalah tersebut.

Tapi, ia belum juga mendapatkan solusi.

"Tetap mereka juga kelabakan. Siapa adminnya, tidak jelas. Semuanya ga jelas," ujarnya.

Di hari yang sama, seperti yang dilaporkan Ketua Asosiasi Kapal Wisata (ASKAWI) Manggarai Barat, Ahyar Abadi, pengalaman buruk juga dialami oleh beberapa anggota ASKAWI yang hendak menuju Pulau Padar.

Walaupun sudah mendapat izin dari pihak syahbandar untuk berlayar, mereka tetap dilarang masuk ke Pulau Padar karena tidak menyertakan bukti booking online.

"Ini tidak manusiawi sekali. Apa urgensinya booking online dengan mereka yang datang ke sana. Kalau orang datang ke Pulau Padar tanpa pakai booking online, kira-kira rugi tidak negara. Kalau sistemnya bagus, pasti kita akan menggunakan itu," tegasnya.

Menanggapi tuntutan pelaku wisata, Kepala BTNK, Lukita Awang mengatakan bahwa sistem itu dirancang untuk membatasi jumlah pengunjung untuk masuk ke wilayah TNK - yang notabene kawasan konservasi alam.

Karena masih memiliki banyak kelemahan, pihaknya berjanji akan mengkaji ulang sistem booking online.

"Kemarin kami juga mencoba ya. Kok susah. Ini ditunda dulu sekaligus menyempurnakan kembali. Intinya, booking online ini untuk menghindari penumpukan pengunjung," katanya saat menerima audiensi pelaku wisata yang menolak sistem tersebut di kantornya, pada Kamis (23/7).

Selain itu, Direktur BOPLBF Shana Fatina menyatakan sitem booking online ini merupakan sistem yang didorong untuk mempersiapkan TNK sebagai destinasi super premium.

"Ini kan sistem baru. Makanya kita uji coba terus. Jangan beranggapan dengan adanya sistem booking online malah menghambat," katanya.

Selain itu, jelas Shana, dengan sistem booking online akan mempermudah asosiasi dan semua stakeholder untuk mengatur organisasinya sendiri dalam memenuhi prosedur dan standar yang dibutuhkan.

"Posisi booking online ini memperkuat sekali asosiasi," tambahnya.

Mengingat sistem itu masih baru dan belum jelas, Boe Berkelana, salah satu guide anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Mabar mengingatkan agar sebelum diberlakukan, sebaiknya terlebih dahulu sistem itu disosialisasikan dan meminta pendandapat dari para pelaku pariwisata.

"Tiba-tiba ada satu aplikasi (booking online), kemudian semua wisatawan disuruh daftar, tanpa ada distribusi informasi yang merata antar semua pelaku wisata."

"Ibarat rumah yang masih disusun batu-batanya tetapi langsung ditinggali," tambahnya.

Pendaftaran online masuk ke Labuan Bajo dan TN Komodo bisa dilakukan di https://booking.labuanbajoflores.id/

Untuk turis, silakan memilih menu Wisatawan dalam halaman tersebut.

Selain mengisi data diri, turis juga wajib menyertakan surat keterangan kesehatan dan asuransi perjalanan.

(aro/ard)

[Gambas:Video CNN]