Khawatir Tenggelam, Jumlah Penumpang Gondola Venesia Dibatasi

CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 15:09 WIB
Pengelola gondola di Venesia akan membatasi jumlah penumpang dalam satu perahu demi menghindari ancaman tenggelam. Pemandangan Jembatan Rialto di Venesia, Italia. (Istockphoto/ozgurdonmaz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Venesia mengurangi jumlah wisatawan yang bisa diangkut naik gondola, karena berat badan penumpang bisa mempengaruhi keseimbangan perahu saat berlayar, kata Venice Gondoliers.

Mantan kepala Venice Gondoliers, Roberto Luppi, lanjut menjelaskan bahwa kota kanal di Italia itu kini membatasi jumlah penumpang yang diizinkan naik gondola dari enam orang sekaligus menjadi lima orang.

Kekhawatiran asosiasi gondola ialah "berat rata-rata per wisatawan, tetapi juga fakta bahwa perairan kanal bisa tak seimbang akibat lalu lintas perahu motor yang sibuk," katanya.


Dia mengatakan aturan baru itu sebagai langkah keamanan, bukan upaya untuk meningkatkan keuntungan pemilik gondola dengan menyebar penumpang ke lebih banyak kapal.

Pengurangan akan berlaku juga untuk gondola 'da parada' yang lebih besar dengan rute bolak-balik melintasi Grand Canal, dengan jumlah penumpang mereka berkurang dari 14 orang sekaligus menjadi 12 orang.

"Kapal yang kelebihan muatan bak sedang mengangkut bom waktu, karena air bisa sewaktu-waktu naik ke lambung kapal," ujar Raoul Roveratto, Kepala Venice Gondoliers yang baru, seperti yang dikutip dari harian Repubblica.

"Berlayar dengan lebih dari setengah ton daging di gondola amatlah berbahaya," katanya.

Dewan kota juga berencana untuk meningkatkan jumlah lisensi yang diberikan kepada pendayung gondola dari 433 menjadi 440.

Aturan baru berarti lisensi dapat diteruskan dalam keluarga yang sama, tanpa pemegang baru harus mengikuti ujian, asalkan dia dapat membuktikan pengalaman empat tahun mengelola gondola milik keluarganya.

Bisnis gondola berhenti total selama pandemi virus corona melanda dunia dan Italia.

Sebelumnya, bisnis ini telah menderita selama bencana alam air pasang pada akhir tahun lalu, yang menunda kedatangan wisatawan dan membuat kapal rusak.

(AFP/ard)

[Gambas:Video CNN]