Terapi Alpaka Bantu Perawatan Napi dengan Gangguan Kejiwaan

CNN Indonesia | Minggu, 09/08/2020 23:58 WIB
Terapi dengan memelihara alpaka, menjadi bagian dari perawatan untuk narapidana gangguan kesehatan mental di Jerman. Ilustrasi: Terapi dengan memelihara alpaka, menjadi bagian dari perawatan untuk narapidana gangguan kesehatan mental di Jerman. (Foto: iStockphoto/Motortion)
Jakarta, CNN Indonesia --

Narapidana dengan gangguan kesehatan mental di Rumah Sakit Jerman bagian selatan diminta untuk memelihara sekawanan alpaka. Alpaka merupakan hewan menyusui yang menyerupai ilama, tapi ukurannya lebih kecil.

Kegiatan memelihara binatang itu rupanya jadi bagian perawatan yang disebut sebagai terapi alpaka.

Dilansir dari AFP, staf di rumah sakit jiwa Mainkofen di Bavaria mengatakan terapi tersebut bertujuan membantu pasien mengembangkan keterampilan menuju reintegrasi sosial.


Mereka yang mengikuti program terapi alpaka mengemban tugas harian meliputi memberi makan sekitar sepuluh alpaka, mengantar sekawanan alpaka, menyikat mantel, membalut luka, hingga membersihkan kandang.

Seorang narapidana, Erwin Meier--bukan nama sebenarnya--mengatakan telah membantu merawat alpaka sejak Oktober dan dia yakin kegiatan tersebut cukup membantunya.

"Saya sangat menyukainya. Sangat menyenangkan bekerja dengan hewan. Ada sesuatu yang harus dilakukan setiap hari," cerita Erwin dikutip dari AFP.

Hewan-hewan yang dikenal suka meludah itu bisa membantunya untuk mengendalikan amarahnya.

"Dulu saya cepat marah, saya impulsif, tapi mulai membaik berkat hewan itu. Karena kalau saya marah, mereka juga marah. Dan semakin saya tenang, mereka juga tenang," terang dia lagi.

Program ini terbuka bagi semua pasien di rumah sakit akan tetapi utamanya ditujukan untuk para narapidana.

Jika pasien berada di luar terlalu lama atau melewati waktu yang ditentukan, izin untuk menghabiskan waktu dengan alpaka akan dicabut.

Pemimpin program sekaligus pemilik alpaka, Silke Lederbogen bersama suaminya mengurus pertanian terdekat dengan sekitar 50 alpaka. Dari hewan tersebut, ia memanfaatkan wolnya untuk membuat topi dan selimut.

"Biasanya pasien di rumah sakit tidak melakukan kontak dengan orang 'normal'," ujar Silke Lederbogen.

Tapi ketika berjalan dengan alpaka di halaman rumah sakit, sepasang suami-istri itu diberi kesempatan mengobrol dan menjawab pertanyaan tentang hewan-hewan tersebut dari pengunjung yang tertarik, pasien, beserta para staf.

(ans/NMA)

[Gambas:Video CNN]