Fakta dan Manfaat Shirataki, Menu Diet yang Mulai Digemari

Grab Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 31/08/2020 20:24 WIB
Shirataki adalah panganan terbuat dari tepung berbahan dasar konnyaku. Tapi benarkah shirataki bisa menggantikan nasi dan membantu menurunkan berat badan? Ilustrasi mi shirataki (Foto: CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)
Jakarta, CNN Indonesia --

Shirataki mulai dikenal luas terutama bagi yang ingin menurunkan berat badan. Makanan yang berasal dari Jepang ini memang kaya nutrisi. Tak sedikit yang menjadikannya sebagai pengganti nasi.

Tapi apakah shirataki benar-benar aman dikonsumsi? Benarkah makanan ini bisa menggantikan nasi dan membantu menurunkan berat badan? Berikut ulasannya dikutip dari GrabHealth-Good Doctor.


Apa itu shirataki?

Shirataki adalah mi yang terbuat dari tepung berbahan dasar konnyaku, atau umbi-umbian yang umum dijumpai di Jepang. Kata shirataki bermakna air terjun putih yang menggambarkan bentuk minya. Kendati demikian, banyak juga produsen yang mengolahnya menjadi beras.


Melansir Healthline, shirataki mengandung tinggi air dan karbohidrat yang relatif rendah sehingga bebas kalori. Ini alasannya shirataki jadi pilihan tepat untuk pengganti nasi.


Bisakah shirataki mengganti nasi?

Sebagai makanan pokok bagi sebagian penduduk Asia, nasi juga memiliki indeks glikemik yang tinggi. Konsumsi nasi secara terus-menerus bisa mengganggu organ tubuh dan memicu penyakit seperti diabetes. Oleh sebab itu, orang mencari alternatif lain salah satunya shirataki.

Selain punya kadar air tinggi, shirataki juga mengandung kadar glukosa yang lebih rendah ketimbang nasi jenis apa pun. Jika nasi terdiri atas 80 persen karbohidrat, shirataki mengandung 90 persen air.

Tak cuma itu, shirataki juga mengandung serat larut alami (glukomanan) yang bisa mengontrol berat badan dan mencegah obesitas. Glukomanan juga menciptakan sensasi kenyang lebih lama. Bahkan shirataki didefinisikan sebagai salah satu 'a calorie-free food'.


Manfaat shirataki untuk kesehatan

Meski hingga saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan efek buruk mengonsumsi shirataki, namun mengonsumsinya berlebihan tentu bisa mengganggu pencernaan. Selama masih dikonsumsi dalam batas normal, tak akan menimbulkan masalah dan justru membantu tubuh menjaga keseimbangan nutrisi.

Berikut manfaat kesehatan yang bisa dirasakan jika mengonsumsi shirataki.

1. Menurunkan kolesterol

Sebuah penelitian di Taiwan menunjukkan bahwa serat dalam shirataki efektif menurunkan kolesterol. Glukomanan mampu mengekskresikan kolesterol ke dalam feses sehingga lebih sedikit lemak jahat yang terserap kembali ke dalam darah.

Riset lain juga menyebut mengonsumsi 3 gram shirataki per hari membantu menurunkan kolesterol jahat secara signifikan.


2. Menyehatkan jantung

Turunnya kadar kolesterol jahat bisa mencegah penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke. Kadar kolesterol yang tak terkontrol dapat menumbulkan plak di arteri. Plak yang menumpuk bisa jadi penyebab penyempitan pembuluh darah.

Kondisi ini kemudian membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa jantung, lama-kelamaan jantung akan mengalami penurunan fungsi.


3. Mengontrol gula darah

Penelitian pada 2013 mengungkapkan bahwa glukomanan membantu menjaga kadar gula darah. Serat pada shirataki mencegah resistensi insulin yang menjadi penyebab diabetes.

Itulah fakta dan manfaat kesehatan mengonsumsi shirataki. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa bertanya lebih jauh dengan mitra dokter di Good Doctor pada aplikasi GrabHealth. Anda juga bisa berkonsultasi seputar topik makanan, nutrisi, maupun problem kesehatan lainnya di aplikasi GrabHealth.

(fef)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK