Studi: Face Shield dan Masker Katup Tak Efektif Cegah Corona

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 04/09/2020 11:32 WIB
Studi terbaru peneliti berbasis simulasi pemodelan menemukan, face shield dan masker katup tidak efektif mencegah penyebaran virus corona. Ilustrasi: Studi terbaru peneliti berbasis simulasi pemodelan menemukan, face shield dan masker katup tidak efektif mencegah penyebaran virus corona. (Foto: AP/Suo Takekuma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Studi terbaru Florida Atlantic University menunjukkan face shield dan masker katup tidak efektif mencegah penularan virus corona. Para ahli kesehatan dan organisasi kesehatan, termasuk Pusat Penelitian dan Pencegahan Penyakit (CDC) tidak menyarankan penggunaan face shield tanpa masker.

Baru-baru ini demi meningkatkan kesadaran publik, peneliti dari College of Engineering and Computer Science di Florida Atlantic University melakukan studi pemodelan. Penelitian berupa visualisasi ini digunakan untuk melihat efektivitas kinerja keduanya, face shield dan masker berkatup.

Diterbitkan di jurnal Physics of Fluids, studi melibatkan visualisasi dengan rangkaian sinar laser dan asap sintetis dari air sulingan dan gliserin. Asap sintetis akan keluar dari mulut dan hidung manekin sebagai simulasi batuk dan bersin.


Kemudian, dua jenis pelindung wajah yakni face shield dari plastik dan masker wajah sekelas N95 dengan katup dipasang pada manekin.

Hasilnya, face shield mampu menghalangi semburan dari bersin dan batuk. Namun tetesan bergerak di sekitar face shield lebih mudah dan menyebar ke area yang lebih luas, tergantung situasi lingkungan.

"Seiring waktu, tetesan ini dapat menyebar ke area yang luas baik dalam arah lateral maupun longitudinal, meskipun dengan penurunan konsentrasi tetesan," kata salah satu peneliti dalam studi, Manhar Dhanak dikutip dari laman resmi Florida Atlantic University.

Sedangkan pada masker berkatup, sejumlah besar tetesan melewati katup buang tanpa filter.

ilustrasi masker katupIlustrasi: Face shield dan masker katup tidak efektif mencegah penyebaran virus corona. (Foto: iStockphoto/Scharvik)

Siddharta Verma, pimpinan penulisan dan asisten profesor, mengakui makin banyak orang yang lebih memilih mengenakan face shield daripada masker kain. Face shield dianggap lebih nyaman dikenakan daripada masker kain.

"Bagaimanapun face shield ada lubang terbuka di bagian atas dan bawah, dan masker berkatup yang mana mencegah aliran udara masuk saat bernapas, tapi tetap saja mampu mengalirkan udara keluar. Udara yang dihirup tersaring lewat bahan masker tapi udara yang dihembuskan melewati katup tidak tersaring," jelas Verma.

Dari studi ini bisa disimpulkan face shield dan masker berkatup tidak efektif seperti masker biasa. Tetesan yang jadi butir aerosol tetap tersebar.

Sebagaimana saran CDC, sebaiknya Anda tetap mengandalkan masker kain untuk menahan droplet bersin dan batuk. Kalaupun ingin mengenakan face shield, gunakan bersamaan dengan masker kain.

(els/NMA)

[Gambas:Video CNN]