Hari Pencegahan Bunuh Diri

Hari Cegah Bunuh Diri: Kerjasama Dunia Demi Cegah Bunuh Diri

tim, CNN Indonesia | Kamis, 10/09/2020 10:49 WIB
Setiap tanggal 10 September setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia (World Suicide Prevention Day). Setiap tanggal 10 September setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia (World Suicide Prevention Day). (Thinkstock/tzahiV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setiap tanggal 10 September setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia (World Suicide Prevention Day). Peringatan ini dicanangkan oleh International Association for Suicide Prevention (IASP) dan WHO menjadi co-sponsornya.

Mengutip laman WHO, hari ini diperingati di seluruh dunia untuk mencegah upaya bunuh diri.

Di tahun-tahun sebelumnya, IASP mencatat ada lebih dari 300 upaya percobaan bunuh diri di sekitar 70 negara.


"Setiap 40 detik seseorang mengakhiri nyawanya. Hampir 800 ribu orang setahun di seluruh dunia," ucap Murad Khan, Presiden IASP dalam laman IASP.

"Setiap tahunnya pada 10 September dirayakan sebagai Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia agar menjadi kesempatan untuk kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya bunuh diri dan mengurangi stigma terkait tindakan bunuh diri. Karena ini bisa dicegah."

Di tahun ini, tambah Khan, tema yang diusung adalah Working together to prevent suicide.

"Pencegahan bunuh diri masih menjadi tantangan dunia yang memengaruhi banyak orang, terlepas dari letak geografi, sehingga butuh upaya kolektif untuk menciptakan perubahan dan mencapai tujuan untuk mengurangi angka kematian dini akibat bunuh diri."

"Highlight atau kunci untuk mencegah tindakan bunuh diri adalah kolaborasi."

Upaya untuk mencegah bunuh diri harus dilakukan oleh berbagai golongan terlepas dari status sosial dan hal lainnya, termasuk hierarki keluarga. Khan menyebut kita semua bisa punya peran untuk mencegah terjadinya bunuh diri, misalnya dengan menjangkau teman atau anggota keluarga untuk belajar tentang risiko, dan melakukan diskusi demi 'lunturnya' stigma soal bunuh diri.

Dia juga tak menutup kemungkinan angka ini akan makin bertambah di masa pandemi covid-19 seperti saat ini. Tak dimungkiri, peningkatan level isolasi, stres, dan kecemasan juga semakin bertambah. Oleh sebab itu, koneksi atau hubungan dengan orang juga sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan mental seseorang.

"Jangan takut untuk menjangkau seseorang dan terhubung dengan mereka dalam komunitas, anggota keluarga, teman, kolega, atau bahkan orang lain," ucapnya.

"Terhubung dengan mereka bisa saja mengubah hidup seseorang."

DISCLAIMER BUNUH DIRIFoto: CNN Indonesia/Fajrian
DISCLAIMER BUNUH DIRI
(chs)

[Gambas:Video CNN]