Tips Kalem & Bebas dari Overthinking Masa-masa Awal Hubungan

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 11/09/2020 22:38 WIB
Ahli psikolog klinis membagikan sejumlah cara dan tips mengatasi kecemasan dan overthinking saat awal-awal menjalani hubungan. Ilustrasi: Ahli psikolog klinis membagikan sejumlah cara dan tips mengatasi kecemasan dan overthinking saat awal-awal menjalani hubungan. (Foto: Istockphoto/franckreporter)
Jakarta, CNN Indonesia --

Memutuskan untuk memiliki relasi atau menjalani hubungan asmara tak melulu menyenangkan. Kadang memang mengasyikkan, karena misalnya, di tengah pandemi begini Anda bisa saling menyemangati bersama pasangan.

Tapi tak jarang hubungan diwarnai stres ketika Anda terlalu banyak memikirkannya, atau over-thinking. Terutama di awal-awal hubungan. Barangkali rasa percaya masih sulit terbangun.

Belum lagi, Anda dihadapkan pada ketidakpastian bahwa tak ada yang bisa menjamin hubungan ini akan berhasil. Bagi sebagian orang, pikiran-pikiran itu bisa memicu rasa cemas yang serius.


"Kecemasan bisa cuma soal Anda dan rasa tidak aman yang dibawa ke tiap hubungan, atau kecemasan bisa merefleksikan stres dalam hubungan," ungkap Alicia H. Clark, psikolog klinis dikutip dari She Knows.

Kecemasan itu, kadang tidak bisa hilang sepenuhnya. Namun ada beberapa cara agar rasa cemas itu tidak jadi bumerang dalam hubungan.

1. Jangan langsung ambil kesimpulan

Si dia belum membalas pesan? Santai, tak perlu berpikir berlebihan apalagi langsung mengambil kesimpulan kalau dia tidak peduli. Tekan tombol 'pause', ambil momen untuk memperhatikan apa yang Anda rasakan. Cek lagi jika yang Anda rasakan ada hubungannya dengan apa yang pernah dialami dulu.

"Ini bisa membantu Anda menurunkan cemas. Apa yang tertinggal cuma pemicunya, stresornya yakni komunikasi dengan pasangan, waktu yang dihabiskan bersama, apa yang Anda rasakan. Stresor ini memerlukan fokus dan perhatian dan perlu diselesaikan lewat diskusi dan perlakuan berbeda," jelas Clark.

2. Ajak bicara diri sendiri

Psikolog hubungan, Karin Anderson menyarankan untuk mengajak diri sendiri mengobrol seperti Anda mengobrol dengan sahabat. Bayangkan Anda mengobrol dengan sahabat yang punya situasi seperti Anda.

"Saya tahu Anda panik, tapi mari ambil napas panjang dan sedikit tenang. Kita tidak punya alasan untuk mempercayai hal yang tidak benar," kata Anderson.

Ingatkan diri Anda untuk tidak selalu mempercayai rasa takut. Saat merasa takut, bukan berarti apa yang Anda yakini benar.

3. Hindari menaruh kecemasan tak perlu pada pasangan

Mudah untuk menuduh pasangan bahwa dia adalah penyebab rasa cemas Anda. Namun ini jelas tidak adil, apalagi jika dia tidak melakukan apa-apa terlebih melakukan hal yang mencurigakan.

"Anda sudah dewasa dan Anda perlu mengatur emosi dan membuat diri Anda bahagia. Ini bukan tugas pasangan Anda untuk menghilangkan rasa cemas Anda, ini tugas Anda," Anderson menyarankan.

4. Kendali di tangan Anda

Penting untuk diingat, hanya Anda yang bisa mengendalikan pikiran dan respons terhadap situasi. Anderson mengatakan, Anda tidak bisa mengendalikan pasangan. Artinya, jika dia mau selingkuh, dia akan selingkuh. Itu di luar kendali Anda.

"Lakukan apapun dengan kekuatan Anda sehingga hubungan jadi kuat. Jika hubungan berakhir, Anda tahu Anda sudah melakukan yang terbaik," imbuh dia lagi.

(els/NMA)

[Gambas:Video CNN]