Studi Temukan Gejala Baru Corona yang Umum Terjadi pada Anak

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 09/09/2020 10:29 WIB
Orang dewasa dan anak akan mengalami gejala infeksi virus corona yang berbeda. Kelelahan, sakit kepala, dan demam menjadi gejala paling umum pada anak. Ilustrasi. Kelelahan, sakit kepala, dan demam menjadi tiga gejala virus corona paling umum yang dialami kelompok anak. (AFP/STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah studi terbaru menemukan gejala baru infeksi virus corona penyebab Covid-19 yang dialami kelompok anak. Kelelahan, sakit kepala, dan demam menjadi gejala yang paling umum.

"Kami perlu mulai memberi tahu orang-orang tentang gejala Covid-19 yang saling berbeda dari berbagai usia, daripada harus terus berpaku pada gejala demam, batuk, dan menurunnya indera penciuman," ujar pemimpin penelitian Profesor Tim Spector dari King's College London, mengutip The Guardian.

Sebelumnya, berbagai lembaga kesehatan menyebutkan demam, batuk yang terus menerus, dan menurunnya fungsi indera penciuman sebagai gejala Covid-19 baik pada orang dewasa maupun anak-anak.


Namun, penelitian yang dilakukan oleh tim dari Covid-19 Symptoms Tracker menemukan data baru mengenai gejala khusus yang muncul pada anak. Gejala ini berbeda dengan orang dewasa.

Penemuan tersebut didasarkan pada laporan sebanyak 198 anak yang dinyatakan positif terinfeksi virus SARS-CoV-2 di Inggris.

Hasilnya, sepertiga dari anak yang dinyatakan positif tidak menunjukkan gejala apa pun. Sementara sisanya mengalami gejala yang berbeda dengan orang dewasa.

Sebanyak 55 persen anak mengalami kelelahan. Sementara sebanyak 54 persen anak mengalami sakit kepala, dan hampir setengahnya mengalami demam.

Gejala seperti sakit tenggorokan hanya dirasakan oleh sekitar 38 persen anak dengan gejala. Sebanyak 15 persen mengalami penurunan nafsu makan, 15 persen mengalami ruam pada kulit, dan 13 persen mengalami diare.

"Yang ingin kami lakukan di sini bukan-lah mendorong [anak] untuk menjalani tes, tapi mendorong konsep pembelajaran jarak jauh untuk meminimalisir aktivitas anak di sekolah." kata Spector.

Spector mengatakan, perbedaan gejala antara anak dan orang dewasa ini mungkin disebabkan oleh perbedaan cara sistem kekebalan tubuh masing-masing menanggapi virus.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]