8 Penyebab Diet Keto Tidak Berhasil Turunkan Berat Badan

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2020 08:58 WIB
Diet keto membatasi asupan karbohidrat untuk menurunkan berat badan. Berikut beberapa penyebab diet keto tidak berhasil untuk Anda. Ilustrasi. Ada beberapa penyebab yang membuat diet keto tidak berhasil menurunkan berat badan Anda. (FoodiesFeed)
Jakarta, CNN Indonesia --

Diet keto adalah pola makan yang dilakukan dengan mengurangi asupan karbohidrat, tapi tinggi lemak. Ada beberapa penyebab yang membuat diet keto tidak berhasil menurunkan berat badan Anda.

Dalam diet keto, umumnya seseorang akan membatasi asupan karbohidrat hingga 50 gram per hari. Diet jenis ini telah terbukti dapat menurunkan berat badan dengan menjamin kesehatan jantung dan mengontrol kadar gula darah.

Namun, diet keto akan berhasil jika dilakukan dengan benar. Berikut beberapa penyebab diet keto tidak berhasil, melansir Healthline.


1. Makan terlalu banyak karbohidrat

Salah satu alasan umum gagalnya diet keto adalah terlalu banyak konsumsi karbohidrat.

Untuk mencapai keadaan ketosis, asupan karbohidrat harus dikurangi secara drastis. Faktanya, hanya sekitar 5 persen dari total kalori tubuh yang berasal dari karbohidrat. Hal ini sangat berbeda dengan rekomendasi diet standar bahwa 45-65 persen kalori berasal dari karbohidrat.

Mengalami sedikit kesulitan dalam membatasi asupan karbohidrat adalah hal yang wajar. Namun, untuk mencapai ketosis, karbohidrat harus dikurangi hingga batas yang disarankan.

2. Tidak mengonsumsi makanan bergizi

Diet apa pun yang Anda lakoni, kunci penurunan berat badan yang sehat adalah mengonsumsi makanan yang bergizi. Mengonsumsi makanan olahan hanya akan mengganggu proses penurunan berat badan.

Untuk mengoptimalkan asupan nutrisi sambil menurunkan berat badan dengan diet keto, Anda disarankan agar tetap mengonsumsi makanan utuh tanpa pemrosesan.

3. Terlalu banyak kalori

Saat mencoba menurunkan berat badan, sangat penting untuk membuat defisit kalori. Selain membatasi jumlah kalori, Anda bisa mencapainya dengan meningkatkan aktivitas fisik.

Perlu diketahui, beberapa makanan ramah keto seperti alpukat, minyak zaitun, produk olahan susu, dan kacang-kacangan, mengandung kalori tinggi.

4. Kondisi medis yang tidak terdiagnosis

Beberapa masalah medis bisa menggagalkan diet keto yang Anda lakoni. Hipotiroidisme, sindrom ovarium polikistik (PCOS), sindrum Cushing, depresi, dan hiperinsulinemia (kadar insulin tinggi) adalah beberapa kondisi media yang dapat mempersulit penurunan berat badan.

5. Tujuan yang tidak realistis

Adalah hal yang wajar jika Anda menginginkan hasil yang cepat saat menjalani satu pola diet. Namun, penting untuk diingat bahwa proses penurunan berat badan akan bervariasi pada setiap orang.

Man having stomach pain or digestion problem. Couch potato, lazy or unemployed person taking nap. Feeling bad after eating too much fast junk food. Guy with unhealthy diet or hangover.Ilustrasi. Kebiasaan ngemil kudapan tinggi kalori bisa menjadi salah satu penyebab diet keto tidak berhasil. (iStockphoto/Tero Vesalainen)

Meski diet keto dapat menurunkan berat badan, ingat-lah bahwa tubuh Anda belum tentu bisa mendapatkannya dengan cepat. Perubahan kecil dan konsistensi adalah kunci untuk menurunkan dan mempertahankan berat badan yang sehat.

Para ahli sendiri telah merekomendasikan bahwa menurunkan berat badan sekitar 0,5-1 kilogram per pekan adalah angka terbaik.

6. Ngemil kudapan tinggi kalori

Mencamil makanan sehat bisa jadi cara efektif untuk mencegah rasa lapar di antara waktu makan. Namun, terlalu banyak camilan berkalori tinggi seperti kacang-kacangan dan keju bisa menggagalkan proses penurunan berat badan Anda.

Anda bisa memilih camilan seperti sayuran atau protein tidak bertepung untuk membuat Anda merasa kenyang tanpa harus menambah asupan kalori.

7. Stres dan kurang tidur

Penelitian menunjukkan bahwa stres dan kurang tidur dapat berdampak buruk pada proses penurunan berat badan.

Saat stres, tubuh menghasilkan hormon kortisol dalam jumlah berlebih. Peningkatan hormon kortisol dapat mendorong tubuh untuk menyimpan lemak, terutama di area perut.

Selain itu, kurang tidur juga diketahui dapat berdampak pada hormon yang mengatur rasa lapar seperti leptin dan ghrelin. Kedua hormon ini dapat menyebabkan nafsu makan meningkat.

8. Kurang berolahraga

Olahraga atau aktivitas fisik sangat penting dalam upaya penurunan berat badan.

Tak hanya membakar kalori, aktivitas fisik juga bisa meredam stres yang berisiko membuat berat badan bertambah. Aktivitas fisik juga membangun otot yang dapat memperbaiki metabolisme dengan meningkatkan jumlah energi yang dibakar saat istirahat.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]