Datang ke Abu Dhabi Wajib Pakai Gelang Pemantau Corona

CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 10:27 WIB
Pendatang di Abu Dhabi wajib mengenakan gelang elektronik untuk memastikan bahwa aturan karantina dipatuhi demi mencegah penyebaran virus corona. Pemandangan Abu Dhabi. (iStockphoto/EXTREME-PHOTOGRAPHER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Abu Dhabi telah mengumumkan bahwa pendatang yang tiba di negaranya sekarang harus mulai mengenakan gelang elektronik untuk memastikan bahwa aturan karantina dipatuhi demi mencegah penyebaran virus corona.

Penumpang pesawat harus menjalani tes COVID-19 dalam waktu 96 jam sebelum penerbangan, apa pun tujuan akhir mereka.

Saat turun di bandara Abu Dhabi, mereka akan melalui sensor termal dan kembali menjalani tes COVID-19.


Pendatang kemudian harus melakukan karantina selama 14 hari dan diharuskan memakai gelang yang dibagikan petugas di bandara.

Seperti banyak negara lain, Uni Emirat Arab (UEA) mengalami gelombang kedua dalam kasus penyebaran virus corona setelah penurunan jumlah beberapa bulan terakhir, meskipun jumlah kematian tetap jauh lebih rendah daripada di bulan April dan Mei saat puncak pandemi.

Mengutip Lonely Planet pada Rabu (23/9), UEA mencatat jumlah kasus harian baru tertinggi pada 12 September 2020.

Hingga Rabu (23/9), UEA mencatat 85.595 kasus infeksi virus corona, dengan 75.086 kasus kesembuhan dan 405 kasus kematian.

Negara ini telah memperkenalkan sejumlah cara inovatif untuk membasmi virus corona di bandara internasionalnya, yang merupakan salah satu bandara tersibuk di dunia.

Bulan lalu, anjing yang dilatih khusus dikirim di bandara Dubai untuk mendeteksi COVID-19 pada penumpang, dan pemerintah berjanji akan menanggung biaya kesehatan pelancong jika mereka didiagnosis dengan virus tersebut.

Beberapa tempat lain di dunia telah menerapkan atau sedang mempertimbangkan teknologi geolokasi serupa.

Semua pendatang baru di Singapura sejak pertengahan Agustus diharuskan memakai perangkat pemantau elektronik, dan Hawaii sedang mempertimbangkan apakah akan mengizinkan wisatawan untuk mengarantina diri di resor yang dilengkapi dengan alat pelacak.

(ard)

[Gambas:Video CNN]