Kerap Ditabrak Paus Pembunuh, Spanyol Larang Perahu Kecil

CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 16:40 WIB
Spanyol untuk sementara melarang perahu berukuran kecil berlayar di perairan pantai barat lautnya setelah beberapa kapal rusak akibat serangan paus pembunuh. Orca alias paus pembunuh, salah satu fauna di dunia yang rentan punah. (Olivier MORIN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Spanyol untuk sementara waktu melarang perahu berukuran kecil berlayar di perairan pantai barat lautnya setelah beberapa kapal rusak akibat serangan orca, atau paus pembunuh, dalam beberapa pekan terakhir.

Larangan selama seminggu, yang mulai berlaku Selasa (22/9) malam, berlaku untuk perahu layar dengan panjang di bawah 15 meter dan bertujuan untuk melindungi "baik manusia maupun orca", kata kementerian transportasi dalam sebuah pernyataan, yang dikutip dari AFP pada Kamis (24/9).

Perairan itu membentang di antara tanjung Priorino Grande dan Punta de Estaca de Bares di wilayah barat laut Galicia, yang menjadi tepi hamparan pantai sekitar 100 kilometer.


Serangan pertama dilaporkan pada 19 Agustus, kata kementerian itu. Sejak saat itu telah terjadi beberapa kali serangan orca terhadap perahu layar, menyebabkan berbagai tingkat kerusakan pada kapal, kebanyakan pada kemudinya.

Perahu layar yang diserang semuanya memiliki panjang di bawah 15 meter.

Sebuah video yang diposting di media sosial menunjukkan orca berenang di samping dan di bawah kapal pesiar angkatan laut Spanyol pada bulan Agustus di lepas pantai Galicia sebelum para pelaut menyadari bahwa kemudi telah rusak.

Larangan itu dapat diperluas ke perairan lain yang "mengikuti rute migrasi" orca, yang dikategorikan sebagai spesies "rentan punah", tambah kementerian itu.

Orca dapat memiliki berat hingga enam ton dan tumbuh hingga 9,7 meter - seukuran bus sekolah - menurut penjelasan dari World Wildlife Fund.

[Gambas:Video CNN]

(AFP/ard)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK