Virus Corona Buyarkan Rencana Brasil Joget Samba Tahun Depan

CNN Indonesia | Jumat, 25/09/2020 13:52 WIB
Penyelenggaraan Karnaval Rio, yang identik dengan parade goyang samba di Brasil, terpaksa ditunda tahun depan akibat pandemi virus corona yang terus merajalela. Kemeriahan Karnaval Rio di Rio de Janeiro, Brasil. (AP/Leo Correa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Parade karnaval Rio de Janeiro yang terkenal di dunia terpaksa mengalah kepada pandemi virus corona ketika pada Kamis (24/9) mengumumkan untuk menunda perayaan pada Februari 2021 tanpa batas waktu yang ditentukan.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan jumlah kasus infeksi virus corona di Brasil yang tak kunjung landai.

Keramaian saat Karnaval Rio juga dikhawatirkan bisa menjadi klaster baru penyebaran virus corona.


Karnaval Rio menarik jutaan turis dari seluruh Brasil dan dunia ke kota tepi pantai itu setiap tahunnya.

Sekolah samba Rio, yang biasanya menghabiskan sepanjang tahun mempersiapkan parade mereka, mengatakan pada Juli bahwa akan sulit untuk menyelenggarakan acara untuk Februari 2021 jika masih belum ada kepastian vaksin untuk virus corona hingga akhir September.

"Kami sampai pada kesimpulan bahwa acara tersebut harus ditunda," kata Jorge Castanheira, presiden kelompok yang menyelenggarakan parade tahunan, Independent League of Samba Schools of Rio de Janeiro (LIESA), seperti yang dikutip dari AFP.

"Kami tidak bisa melakukannya pada Februari. Sekolah samba tidak akan punya waktu atau sumber daya keuangan dan manusia untuk menyiapkannya," lanjutnya.

"Ini bukan pembatalan, ini penundaan. Kami sedang mencari solusi alternatif, sesuatu yang dapat kami lakukan jika sudah aman untuk berkontribusi pada kota .... Tapi kami tidak cukup yakin untuk menetapkan tanggal."

Penundaan pertama sejak 1912

Ini adalah pertama kalinya dalam lebih dari seabad penyelenggaraan karnaval ditunda di Rio.

Terakhir kali karnaval ini ditunda pada tahun 1912, setelah kematian Menteri Luar Negeri Jose Maria da Silva Paranhos Junior.

Mendiang menteri luar negeri dilaporkan pernah berkata: "Hanya ada dua hal yang ada di Brasil yang benar-benar terorganisir: kekacauan dan karnaval."

Pada tahun dia meninggal, karnaval secara resmi mundur dua bulan, meskipun dalam acara tersebut penduduk Rio tetap memanfaatkan kesempatan untuk berpesta pada bulan Februari dan April pada tahun itu.

Pada kenyataannya, "karnaval" terdiri dari banyak acara, dari kontes parade sekolah samba elit yang diselenggarakan oleh LIESA hingga blocos atau pesta jalanan.

A float of the Tom Maior samba school parades during the first night of carnival parade at the Sambadrome in Sao Paulo, Brazil on February 24, 2017.  / AFP PHOTO / NELSON ALMEIDASuasana Karnaval Rio pada tahun 2017. (AFP PHOTO / NELSON ALMEIDA)

Pengumuman LIESA hanya berlaku untuk kompetisi sekolah samba. Otoritas kota belum mengumumkan apakah blocos dan acara lainnya tetap diizinkan.

Spekulasi telah meningkat bahwa pihak berwenang harus membatalkan atau menunda karnaval pada 2021, mengingat Brasil adalah negara dengan jumlah kematian tertinggi kedua dalam pandemi, setelah Amerika Serikat, dan masih berjuang untuk mengendalikan virus corona.

Brasil telah mencatat 4,7 juta infeksi dan hampir 140 ribu kematian akibat Covid-19.

Dan sementara penyebaran virus agak melambat sejak puncaknya Juli, jumlahnya masih sangat tinggi di Brasil, dengan rata-rata hampir 30 ribu kasus baru dan 735 kematian baru per hari selama dua minggu terakhir, menurut angka kementerian kesehatan.

Brasil telah berjuang untuk menetapkan kebijakan yang kohesif untuk menangani pandemi.

Presiden Brasil yang berasal dari partai sayap kanan, Jair Bolsonaro, telah mencela langkah-langkah penguncian sebagai bencana bagi ekonomi, dan meremehkan penyakit itu sebagai "flu ringan", meskipun dipaksa menjalani karantina selama hampir tiga minggu setelah dia dinyatakan positif virus corona pada bulan Juli.

Rio de Janeiro telah menjadi negara bagian yang terpukul paling parah kedua di Brasil, setelah Sao Paulo, pusat industri di negara itu.

Dengan 18 ribu orang tewas sejauh ini, jika negara bagian Rio adalah sebuah negara, itu akan memiliki tingkat kematian tertinggi kedua di dunia dari Covid-19, dengan 104 kematian per 100 ribu penduduk.

Rio telah mengumumkan pada bulan Juli bahwa mereka membatalkan perayaan Malam Tahun Baru yang terkenal di Pantai Copacabana pada tahun ini.

Pejabat di kementerian pariwisata mengatakan mereka mencari perayaan alternatif yang akan sesuai dengan pedoman jarak sosial.

[Gambas:Video CNN]



(AFP/ard)

[Gambas:Video CNN]