Menyinggung Hati Suku Adat, Turis Didenda 8 Kerbau

CNN Indonesia | Kamis, 01/10/2020 13:40 WIB
Seorang pria asal Pakistan telah didenda delapan kerbau dan delapan gong oleh wilayah Borneo di Malaysia karena menghina kelompok adat setempat. Ilustrasi. Warga suku Tengger membawa kambing sesaji menuju kawah gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang pria Pakistan telah didenda delapan kerbau dan delapan gong oleh wilayah Borneo di Malaysia karena menghina kelompok adat, kata seorang pejabat seperti yang dikutip dari AFP.

Di pulau itu bermukim suku adat dan di Malaysia ada pengadilan khusus yang hukum dan adat istiadat setempat.

Pria asal Pakistan itu diperintahkan untuk membayar denda yang tidak biasa oleh pengadilan penduduk asli yang bermukim di negara bagian Sabah setelah dia mengaku bersalah membuat komentar yang menghina kelompok masyarakat adat pada bulan Mei dan Juni tahun ini.


Kepala Kota Marudu, Baintin Adun, yang memimpin kasus ini, mengatakan rekaman komentar pengusaha berusia 50 tahun itu telah menyebar di media sosial, menimbulkan banyak kemarahan.

"Kami ingin menjadikan ini contoh agar orang lain tidak melakukan hal yang sama lagi," katanya kepada AFP.

"Saya ingin mengimbau masyarakat bahwa jika ada kesalahpahaman atau argumen, jangan sebutkan ras orang lain."

Dia tidak mengungkapkan dengan tepat apa yang dikatakan orang Pakistan itu. Pengusaha itu adalah penduduk tetap Malaysia, kantor berita resmi Bernama melaporkan.

Baintin mengatakan Amir punya waktu satu bulan untuk membayar denda, atau berisiko terkena denda 4.000 ringgit (sekitar Rp14,2 juta) atau 16 bulan penjara, atau keduanya.

Kerbau dan gong secara tradisional dipandang sebagai barang berharga bagi masyarakat adat di Sabah, sehingga dapat digunakan sebagai bentuk pembayaran untuk menyelesaikan perselisihan atau bahkan mas kawin.

Ras adalah masalah sensitif di multi-etnis Malaysia, dan Sabah adalah salah satu negara bagiannya yang paling beragam, dengan banyak kelompok adat.

Borneo, yang terbagi antara Malaysia, Indonesia, dan Brunei, adalah rumah bagi hutan yang luas dan banyak spesies eksotis.

(AFP/ard)

[Gambas:Video CNN]