Saran Dokter Antisipasi Klaster Pengungsian di Tengah Pandemi

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 29/09/2020 18:57 WIB
Dokter menyarankan pemerintah memperbanyak titik pengungsian antara 2 hingga 3 kali lipat dari biasanya untuk mengantisipasi penularan corona di tengah banjir. Ilustrasi: Dokter menyarankan pemerintah memperbanyak titik pengungsian antara 2 hingga 3 kali lipat dari biasanya untuk mengantisipasi penularan corona di tengah banjir. (Foto: ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSANG)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para dokter menyarankan pemerintah untuk memperbanyak titik pengungsian guna menghadapi banjir di tengah pandemi Covid-19. Berlipatnya tempat ini dibutuhkan untuk mengantisipasi munculnya kluster pengungsian di tengah wabah virus corona.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban mengungkapkan virus corona atau SARS-CoV-2 memang punya kecenderungan tak menyukai cuaca panas atau juga lembab. Itu sebab saat banjir, risiko penyebaran virus kemungkinan menurun.

Tapi saat di pengungsian, risiko penularan boleh jadi justru meningkat.


"Udara lembab, virus ini nggak senang. Artinya risikonya justru berkurang. Dari sisi virusnya sendiri, virus ini tidak begitu senang pada panas dan lembab. Dan pada waktu banjir, itu kelembaban kadar air dalam udaranya kan jadi lembab banget, jadi dari sisi ini kan virusnya tidak senang, jadi tidak ada risiko nambah," terang Zubairi kepada CNNInonesia.com melalui sambungan telepon.

"Namun dari sisi, setiap kali banjir kan ada pengungsian, ada yang bergerombol dan berkerumun di tempat pengungsian, nah ini berisiko penularan," tambah dia.

Karena itu Zubairi pun menyarankan agar pemerintah menambah titik-titik pengungsian dengan memanfaatkan kantor ataupun ruang sekolah yang selama ini ditutup.

Senada disampaikan Dokter Spesialis Paru yang juga anggota Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Erlina Burhan. Menurut dia, pemerintah daerah harus mulai menyusun rencana mitigasi mulai dari perbanyakan titik pengungsian hingga jaminan kecukupan nutrisi bagi warga di pengungsian.

Infografis fakta banjir rob yang bakal landa ujung utara jakartaFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Infografis fakta banjir rob yang bakal landa ujung utara jakarta

"Karena kan kalau sudah ada aba-aba, kan biasanya status Katulampa itu. Sekarang kan sudah ada peringatan. Maka ke depannya, Pemprov DKI harus bersiap-siap lagi, apalagi kan mereka tahu titik-titik banjir itu di mana saja," kata Erlina kepada CNNIndonesia.com, dalam wawancara terpisah.

"Siapkan, titik pengungsian yang mungkin dua atau tiga kali lebih banyak dari sebelumnya untuk membuat orang menjaga jarak atau jangan terlalu ramai dalam satu ruangan," sambung dia lagi.

Dengan begitu, satu ruang kelas atau satu ruangan bisa diisi cukup oleh satu keluarga saja. Kondisi keluasan ruang tersebut akan memastikan pengungsi leluasa menjaga jarak.

Selain soal ruangan dan jumlah titik pengungsi, dokter juga mengingatkan lokasi penampungan idealnya memiliki ventilasi yang baik.

"Ventilasinya harus baik. Dan jangan ruang tertutup. Kan penularannya tidak hanya droplet, tetapi kan juga airborne. Usahakan ventilasinya juga baik. Jadi pintu dan jendela itu dibuka, jangan ditutup," Zubairi menyarankan.

Dokter memperkirakan, potensi banjir yang terjadi di tengah wabah virus corona ini dapat memperburuk kondisi kesehatan. Bukan saja meningkatkan risiko penularan virus corona, melainkan juga masalah kesehatan.

Zubairi dan Erlina pun memperingatkan, kemungkinan penyakit lain di tengah banjir mulai dari penyakit kulit hingga infeksi saluran pernapasan atas.

"Pada waktu banjir kan bisa juga ada berbagai penyakit lain misalnya batuk, pilek, yang asma akan kambuh, kemudian ada penyakit kulit, jadi tentu kombinasi ini tidak begitu baik untuk kesehatan. Karena itu timnya harus lebih solid dan bantuan dari masyarakat untuk nutrisi, selimut dan pakaian harus cukup diantisipasi," pungkas Zubairi.

Satgas Penanganan Covid-19 mencatat sejumlah kluster baru penyebaran virus corona di ibu kota. Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Sargas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah membeberkan beberapa di antaranya kluster hotel, pesantren, hiburan malam dan pernikahan.

"Kegiatan pernikahan juga mulai muncul. Ada 25 orang terinfeksi, walau kecil, tapi ini berpotensi jadi tempat penularan. Ini harus diperketat kembali," tutur Dewi dalam dialog Covid dalam Angka melalui akun Youtube BNPB, Rabu (23/9).

Sementara kluster pengungsian, juga termasuk yang ia sebut. Yakni ada enam kasus.

Adapun kluster hotel tercatat sebanyak tiga kasus, kluster pesantren 4 kasus, kluster hiburan malam 5 kasus, kluster sekolah 19 kasus, kluster pernikahan 25 kasus, dan kluster panti asuhan 36 kasus.

Infografis Klaster Besar Covid-19 Jakarta, Kementerian TerbanyakFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Infografis Klaster Besar Covid-19 Jakarta, Kementerian Terbanyak
(NMA/NMA)

[Gambas:Video CNN]