Hari Kopi Sedunia

Mengenal Jenis Kopi Liberika dan Ekselsa

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 01/10/2020 10:36 WIB
Selain robusta dan arabika, ada dua jenis kopi lain yang tak kalah nikmat, yaitu liberika dan ekselsa yang hadir dengan berbagai karakteristik uniknya. Ilustrasi. Selain robusta dan arabika, ada dua jenis kopi lain yang tak kalah nikmat, yaitu liberika dan ekselsa yang hadir dengan berbagai karakteristik uniknya. (Justin Sullivan/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Orang awam umumnya hanya mengenal dua jenis biji kopi yaitu arabika dan robusta. Kedua jenis ini lebih mudah ditemui di kafe atau sudut pusat perbelanjaan.

Namun, beda halnya dengan pecinta minuman kopi. Ada dua jenis biji kopi lainnya, yaitu liberika dan ekselsa dengan karakteristik unik yang dimiliki. Maka dari itu, sangat disayangkan kalau Anda melewatkannya.

Jenis Biji Kopi Liberika

Dikutip dari Caffeinesolution, jenis biji kopi liberika (coffea liberica) pertama kali tumbuh di daratan Afrika dari Liberia, Uganda, dan Angola hingga akhirnya menyebar ke Asia Tenggara seperti Indonesia dan Filipina.


Kopi liberika sempat populer pada akhir abad ke-19. Dikutip dari Districtroaters, pada saat itu penyakit tanaman yang dikenal 'coffee rust' menyerang hampir semua tanaman arabika.

Karena kopi menjadi salah satu komoditas terbesar, maka petani dan badan pemerintah bekerja sama untuk mencari penggantinya yang cocok. Filipina menjadi negara yang pertama memanen dan menjual kopi liberika.

Pada umumnya, karakteristik kopi liberika cenderung mirip dengan robusta ketimbang arabika. Ada beberapa hal yang membedakan liberika dengan robusta.

Saat kopi liberika diseduh, akan tercium aroma buah dan bunga. Rasa yang dikeluarkan agak lebih 'woody'. Bahkan beberapa orang menggambarkan rasanya seperti tembakau.

Jenis Biji Kopi Ekselsa

Kopi ekselsa (coffea excelsa) telah diklasifikasikan ulang sebagai anggota keluarga jenis Liberika. Namun, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga banyak para penikmat kopi masih menganggapnya sebagai spesies terpisah.

Karakteristik kopi ekselsa sangat unik dan sering digunakan sebagai campuran kopi arabika dan robusta membuat cita rasa yang muncul menjadi lebih kompleks. Rasa yang tercipta dari jenis biji kopi ini agak seperti buah dan beberapa penikmatnya mengatakan bahwa rasanya seperti tart atau 'light roast'.

Kopi ekselsa sebagian tumbuh besar di Asia Tenggara dan hanya menyumbang 7 persen dari komoditas kopi di seluruh dunia. Jenis kopi ini lebih banyak ditemukan di Vietnam.

Penikmat kopi ekselsa Vietnam mengatakan bahwa cita rasanya sangat kuat, mirip dengan kayu yang terbakar dengan tingkat keasaman dan minyak yang rendah. Hal itu bisa membuat rasa yang lebih tajam. Anda disarankan untuk menambahkan krimer atau karamel saat menikmati kopi ini.

Konsentrasi kafein yang terdapat pada kopi liberika dan ekselsa lebih rendah. Kedua jenis ini memiliki lebih sedikit kafein daripada robusta.

(auz/asr)

[Gambas:Video CNN]