Daftar Pantangan Makanan saat Masuk Usia 30 Tahun

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 23/09/2020 18:45 WIB
Selain kerutan wajah, masalah berat badan juga menyita perhatian ketika Anda memasuki usia 30 tahun. Berikut pantangan makanan yang perlu Anda hindari. Ilustrasi: Selain kerutan wajah, masalah berat badan juga menyita perhatian ketika Anda memasuki usia 30 tahun. Berikut daftar pantangan makanan yang perlu Anda hindari saat memasuki usia 30 tahun. (Foto: Raw Pixel)
Jakarta, CNN Indonesia --

Saat-saat pertambahan usia, kerutan yang timbul di area wajah barangkali jadi salah satu perhatian sebagian orang. Tapi selain perkara kerutan, berat badan juga jadi hal lain yang kadang menyita perhatian  

Memasuki usia 30 tahun, Anda mungkin juga menyadari cukup sulit untuk menurunkan berat badan. Jika sudah begitu, tubuh pun bakal tidak terkontrol beratnya jika Anda masih makan asal-asalan.

Masuk kepala tiga, sebaiknya Anda menyadari bersantap tidak akan sebebas usia 20-an. Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya Anda hindari demi tubuh tetap sehat.


Berikut daftar pantangan makanan saat Anda memasuki usia 30 tahun.

1. Yogurt dengan tambahan perasa

Setelah masuk usia 30-an, produksi kolagen melambat dan elastin atau protein yang membuat kulit kencang mulai pecah sehingga timbul kerutan. Proses penuaan tidak bisa dihentikan tetapi sangat mungkin untuk menjaga tampilan wajah tetap segar dengan mengurangi konsumsi gula.

Apa saja yang perlu dihindari? Tak hanya kukis atau permen, Anda juga perlu hati-hati mengonsumsi yogurt. Perhatikan label kemasan karena yogurt dengan perasa memiliki kandungan gula cukup tinggi. Lebih baik konsumsi yogurt tawar dengan potongan buah segar untuk memberikan rasa manis alami.

2. Bir dan cocktail

Minuman beralkohol rasanya pas dinikmati selepas kerja keras seharian. Namun usia 30 sepertinya tidak lagi memberikan izin untuk mengonsumsi alkohol karena metabolisme tubuh sudah jauh berbeda.

Ahli diet Martha McKittrick mengingatkan, tubuh tidak lagi memetabolisme alkohol seefektif dulu.

"Konsumsi alkohol juga membuat Anda makin susah tidur. Sementara Anda merasa baik-baik saja dengan tidur kurang di usia 20-an, di usia 30-an lebih tidak akan demikian. Kurang tidur bisa meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi karbohidrat dan gula di kemudian hari, yang mana bisa berkontribusi terhadap pertambahan berat badan," jelas McKittrick mengutip dari Eat This, Not That!.

3. Roti putih

Cek lagi roti yang selama ini Anda konsumsi buat menu sarapan. Jika bukan roti gandum atau roti biji-bijian, mungkin sebaiknya ganti saja. Anda menduga roti-roti ini tidak mengandung gula, tetapi karbohidrat sederhana seperti pada roti putih akan diubah menjadi gula lalu glukosa oleh tubuh.

Glukosa bakal merusak kolagen dan protein yang melawan pembentukan kerutan. Sebaiknya konsumsi roti berbasis biji-bijian untuk memberikan asupan serat buat tubuh dan menjaga kadar gula darah.

Infografis Makanan Alternatif Pengganti NasiFoto: CNN Indonesia/Astari Kusumawardhani
Infografis Makanan Alternatif Pengganti Nasi

4. Burger sayur

Salah satu cara untuk menua dengan sehat adalah memastikan kecukupan asupan vitamin B12. Nutrisi ini bisa Anda dapatkan dari konsumsi daging sapi. Jika Anda bukan vegetarian, sebaiknya tidak perlu menghindari makanan berbasis daging sapi. Tak ada alasan untuk mengganti daging sapi pada burger dengan 'daging-dagingan' dari sayur dan protein berbasis tumbuhan.

5. Es kopi susu

Konsumsi kafein bisa mengganggu jam tidur. Ini sama saja dengan membuat kulit menderita dua kali. Seharian kulit terpapar sinar UV tetapi waktu tidur kurang sehingga sel-sel yang rusak tidak bisa memperbaiki diri.

Daripada terus-terusan minum es kopi susu dengan tambahan gula, lebih baik konsumsi teh hijau. Teh hijau akan membantu memberikan asupan antioksidan yang menyehatkan kulit dan meningkatkan elastisitas. Teh hijau juga membantu menurunkan berat badan saat Anda menjalani program diet.

6. Margarin

Sebaiknya mulai sekarang Anda menghindari konsumsi margarin. Margarin kerap dibuat dari minyak terhidrogenasi parsial atau salah satu jenis lemak trans yang paling umum. Selain terkait dengan penyakit jantung, lemak ini juga bisa mempercepat proses penuaan kulit. Lemak trans membuat kulit rentan radiasi sinar UV.

Saat kulit terpapar sinar Uv, kolagen dan elastin rusak. Sebuah riset menemukan konsumsi margarin bisa mengakibatkan peradangan kronis sehingga kerutan timbul lebih cepat.

7. Kecap

Mungkin cukup satu sendok kecap untuk membuat soto dan bakso lebih nikmat. Namun di sisi lain kecap bakal menyumbang lingkaran hitam di bawah mata Anda. Mengapa?

Meski rasanya manis, kecap cukup banyak mengandung sodium. Satu sendok makan saja terdapat 879 miligram sodium. Sodium akan menyerap cairan tubuh dan menimbulkan dehidrasi. Dampak yang sangat terlihat adalah pada tampilan wajah yang kurang segar, minim kelembapan dan area bawah mata yang makin gelap.

(els/NMA)

[Gambas:Video CNN]