Menilik Faktor Risiko Trump Setelah Terinfeksi Covid-19

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 03/10/2020 07:27 WIB
Donald Trump dan istrinya, Melania Trump menyimpan sejumlah faktor risiko yang berpotensi memperparah gejala Covid-19. Mulai dari usia hingga penyakit penyerta. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan istrinya, Melania Trump menyimpan sejumlah faktor risiko yang berpotensi memperparah gejala Covid-19. (Foto: AFP/FRANCOIS MORI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika SerikatDonald Trump mengumumkan bahwa dia dan istrinya, Melania Trump positif terinfeksi virus corona. Trump memiliki sejumlah faktor risiko yang dapat memperparah gejala Covid-19 yang tengah dialaminya.

Ia masuk dalam kelompok berisiko tinggi, berdasarkan usia dan berat badannya. Trump tergolong sebagai lanjut usia karena sudah berumur 74 tahun. Secara klinis, Trump juga mengalami obesitas.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), orang lanjut usia dalam rentang 65-74 tahun berisiko lima kali lebih besar untuk dirawat di rumah sakit. Risiko kematian karena Covid-19 pun 90 kali lebih besar dibandingkan kelompok dewasa muda berusia 18-29 tahun.


Berdasarkan pengukuran fisik Trump pada April lalu, CNN melaporkan Trump memiliki berat 244 pon atau sekitar 110 kg dan tinggi badan sekitar 6 kaki 3 inci atau 190,5 cm.

Jika dikalkulasi, indeks massa tubuh Trump mencapai 30,5 yang secara teknis masuk kategori obesitas kelas 1.

CDC juga menyatakan obesitas melipatgandakan risiko seseorang positif virus corona menjalani perawatan rawat inap.

Selain itu, Trump juga merupakan seorang laki-laki. Laki-laki lebih mungkin meninggal dunia atau menderita penyakit parah akibat virus corona dibandingkan perempuan.

Berdasarkan pemeriksaan fisik terakhir, tekanan darah Trump dilaporkan mengalami sedikit peningkatan. Namun, tak diketahui kondisi fisik lain, seperti tidak ada bukti Trump mengidap kanker, penyakit ginjal, diabetes, dan sebagainya yang dapat membuat risiko seseorang terhadap Covid-19 semakin tinggi.

Dokter kepresidenan Sean Conley pada April mengatakan tidak ada temuan yang signifikan atau perubahan dalam kondisi fisik Trump.

Namun pada 2018, dokter Ronny Jackson mengungkapkan berdasarkan CT scan diketahui kalsium koroner Trump memiliki skor 133. Skor ini meningkat dari tahun 2009 sebesar 34 dan 2013 sebesar 98.

Nilai lebih dari 100 menunjukkan adanya plak dan pasien terindikasi mengalami penyakit jantung. Skor 133 menunjukkan ada penumpukan plak di pembuluh darah Trump, yang berarti mengalami penyakit jantung sedang.

Selain itu, kadar kolesterol jahat atau LDL Trump juga masuk dalam kategori mengkhawatirkan. Hasilnya terus meningkat dibandingkan tes pada 2017 dan 2018. Trump juga mengonsumsi obat statin.

Kendati demikian, tidak semua kondisi kesehatan Trump diketahui.

Infografis Alur Penanganan Seseorang yang Terkena Virus CoronaFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Infografis Alur Penanganan Seseorang yang Terkena Virus Corona

Risiko Melania Trump

Sementara itu, Melania Trump juga memiliki risiko tersendiri. Dari segi usia, Melania yang masih berusia 50 tahun memang tidak berada dalam kategori usia risiko tertinggi.

Namun menurut CDC orang berusia 50-64 tahun berisiko tiga kali lebih tinggi untuk dirawat di rumah sakit dan memiliki 30 kali lipat risiko kematian dibandingkan orang berusia 18-29 tahun.

Pada 2018, Melania pernah menjalani operasi ginjal ringan. Namun, detail operasi itu tidak diberi tahu. Penyakit yang dialami sang Ibu Negara ini pun tidak diketahui secara pasti.

Menurut National Kidney Foundation dan CDC, orang dengan penyakit ginjal pada tahap apapun akan berada pada peningkatan risiko penyakit Covid-19 yang parah.

Saat ini, dokter sedang mengamati perkembangan gejala Covid-19 yang dialami Trump dan Melania.

(ptj/NMA)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK