Iklan Badan Pariwisata Berlin: 'Jari Tengah' untuk Antimasker

CNN Indonesia | Kamis, 15/10/2020 11:50 WIB
Badan pariwisata Berlin merilis iklan protokol kesehatan berupa foto wanita tua bermasker mengacungkan jari tengah yang langsung dikritik banyak orang. Ilustrasi. (iStockphoto/mihalec)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan pariwisata ibu kota Jerman, Berlin, belum lama ini meluncurkan kampanye iklan yang dianggap kontroversial, karena yang menampilkan foto seorang wanita tua yang mengenakan masker dan menunjukkan jari tengahnya kepada mereka yang tidak mematuhi protokol kesehatan pencegahan virus corona.

Di atas foto wanita yang mengenakan masker bermotif bunga dan memberikan jarinya itu, tertulis kalimat: "Menunjuk semua orang yang tidak memakai masker."

Visit Berlin dan Senat Berlin pada hari Selasa (12/10) meluncurkan iklan berjudul "Kami mematuhi protokol kesehatan pencegahan virus Corona," yang bertujuan untuk menekan penyebaran lebih lanjut dari virus Covid-19 dan untuk menyoroti pentingnya menjaga kesehatan para lansia - kaum yang paling rentan tertular.


Namun iklan tersebut langsung menuai kritik di media sosial, dengan beberapa menyebutnya menghina.

Mengutip DW, anggota senat Berlin, Marcel Luthe, mengatakan dia telah membuat pengaduan resmi kepada polisi tentang iklan tersebut, dengan mengatakan hal itu memicu kebencian terhadap orang-orang yang tidak bisa memakai masker, seperti anak kecil atau orang yang menderita komplikasi kesehatan.

Tetapi bagi juru bicara Visit Berlin, Christian Tänzler, iklan tersebut berusaha untuk memainkan selera humor khas Berlin yang unik dan satir.

Kalimat tersebut menyiratkan kata "menunjuk dengan jari" saat wanita itu sebenarnya terlihat mengangkat jari tengahnya. Otoritas pariwisata mengatakan kontradiksi itu disengaja.

"Itu adalah citra yang provokatif," kata Taenzler, menambahkan bahwa kampanye akan terus berlanjut tetapi foto itu akan dicabut.

Lorenz Maroldt, pemimpin redaksi koran Tagesspiegel Berlin, menentang iklan tersebut.

"Penegakan peraturan pencegahan virus corona entah bagaimana tidak berhasil di Berlin," tulisnya di Twitter.

"Jadi Senat mencoba menghina publik."



(ard)

[Gambas:Video CNN]