Satgas Covid-19 Beberkan Cara Kerja Vaksin

Satgas Covid-19, CNN Indonesia | Senin, 19/10/2020 19:00 WIB
Vaksin dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi virus dan penyakit. Berikut penjelasan singkat mengenai cara kerja vaksin. Berikut penjelasan singkat dari Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional dr Reisa mengenai cara kerja vaksin. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Indonesia dan negara-negara di dunia tengah berupaya mengembangkan dan menghadirkan vaksin Covid-19 dan berencana melaksanakan program imunisasi untuk warganya.

Namun, bagaimana sesungguhnya cara kerja vaksin?

Berdasarkan laman resmi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional, vaksin adalah produk biologis yang diberikan kepada seseorang untuk melindungi dirinya dari penyakit yang melemahkan, bahkan mengancam jiwa.


Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional atau #SatgasCovid19 dr. Reisa Broto Asmoro menjelaskan vaksin membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh melawan infeksi secara efisien dengan mengaktifkan respons tubuh terhadap penyakit tertentu.

Dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh, tubuh akan mengingat virus atau bakteri pembawa penyakit. Jika di kemudian hari terserang virus penyakit itu, tubuh dengan sendirinya melindungi diri.

"Tubuh akan mengenali dan melawan virus atau bakteri pembawa penyakit, lalu mengingat semuanya dan merespons dengan cepat sebelum jatuh sakit. Maka, vaksin melindungi diri juga melindungi negeri. Mari lakukan imunisasi untuk melindungi diri, keluarga dan masyarakat," ujar Reisa dikutip dari laman resmi #Satgascovid19, Minggu (18/10).


Ketersediaan Vaksin Covid-19

Sementara terkait dengan ketersediaan vaksin Covid-19, sejumlah lembaga di Indonesia sedang melakukan pengembangan vaksin dan tengah menyelesaikan tahap uji klinis. Vaksin Covid-19 diproyeksikan ada pada 2021 dan dapat terjangkau masyarakat.

Beberapa lembaga yang sedang mengembangkan vaksin Covid-19 yakni PT Bio Farma yang bekerja sama dengan Sinovac. Proses pengembangan vaksin ini telah mencapai uji klinis fase III di Bandung, Jawa Barat.

Selain itu, ada vaksin yang dikembangkan oleh PT Kimia Farma bersama dengan G24 Uni Emirat Arab, yang juga telah memasuki tahap uji klinis fase III.

Kemudian, PT Kalbe Farma yang bekerjasama dengan Genexine Korea dan kini sedang memasuki proses uji klinis fase I dan IIA.

Reisa menegaskan bahwa pemerintah sudah pasti terus memastikan vaksin aman dan efektif untuk digunakan.

"Proses pembuatan vaksin selalu dilakukan melalui berbagai tahapan yang panjang dan memenuhi prosedur yang ketat hingga dapat diproduksi. Lalu bisa didistribusikan ke masyarakat," ujar Reisa.

(ang/fef)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK