Meja Seharga Rp294 Juta di Kelab Malam Super VIP Miami

CNN Indonesia | Rabu, 21/10/2020 11:23 WIB
Satu meja di LIV bisa berharga sekitar Rp294 juta. Saat ini kelab malam super VIP itu kosong melompong akibat pandemi virus Corona. Pintu masuk kelab malam LIV di Miami. (AP/Lynne Sladky)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di LIV, salah satu kelab malam paling glamor dan bertabur bintang di salah satu destinasi pesta terbesar di dunia, ada area VIP bertali beludru, dan kemudian ada area VIP rahasia.

Pesta-pesta di kelab malam di sini ini begitu legendaris hingga menginspirasi lirik-lirik lagu Drake, Kanye West dan Rick Ross.

Pengunjung berdompet tebal bisa menghabiskan hingga US$20 ribu (sekitar Rp294 juta) hanya untuk pemesanan di satu meja.


Tapi hari ini LIV sepi dan kosong akibat pandemi virus Corona. Tak ada yang duduk di sofa kulit ular berwarna peraknya. Tak ada yang berdansa di lantai hitamnya.

Hanya ada sebotol pembersih tangan di atas meja DJ, di mana pada bulan Februari seorang pria menghabiskan US$120 ribu hanya untuk duduk di sana selama Cardi B tampil.

Sosok yang ada di belakang pesta LIV dan bisa dibilang raja kehidupan malam South Beach, David Grutman, mampir beberapa bulan lalu untuk melihat pelapis baru, tetapi dia kebanyakan menjauh sejak pandemi virus corona.

"Saya benar-benar menangis," kata Grutman (46) mengenai kunjungan terakhirnya ke kelab malamnya yang ditutup dan era kehidupan malam yang tampaknya sudah berlalu.

"Tempat ini benar-benar sumber kehidupan saya."

LIV owner David Grutman poses for a photograph at the nightclub, Wednesday, Oct. 14, 2020, in Miami Beach, Fla. LIV, one of Miami's most glamorous, star-studded nightclubs sits empty and quiet these days, a casualty of both the coronavirus outbreak and a power struggle between state and local government over how to contain the scourge. (AP Photo/Lynne Sladky)David Grutman. (AP/Lynne Sladky)

Secara teknis, LIV dan kelab malam Miami lainnya dapat dibuka kembali dengan kapasitas 50 persen di bawah aturan yang dikeluarkan 25 September oleh Gubernur Ron DeSantis.

Tetapi pemerintah kota Miami telah memberlakukan jam malam dan membatasi acara musik dengan volume tinggi sehingga orang tidak perlu berteriak yang berisiko menyebarkan virus melalui ludah.

Selain itu, masker wajib dipakai kecuali saat makan dan minum - meskipun gubernur telah melarang pemerintah kota memungut denda untuk pelanggaran tak bermasker.

"Kami mengambil pendekatan yang lebih hati-hati di sini," kata Walikota Miami-Dade County, Carlos Gimenez, baru-baru ini.

Dia memperingatkan: "Kami masih belum keluar dari hutan."

Sementara beberapa kelab malam kecil di Miami telah dibuka kembali, Grutman mengatakan bahwa antara jam malam dan risiko lanjutan penyebaran virus, dia tidak berencana untuk membuka LIV atau kelab malamnya yang lain.

"Kami akan membukanya jika kami bisa memberikan pengalaman yang aman bagi pengunjung," katanya.

[Gambas:Instagram]



Florida telah menyaksikan lebih dari 15 ribu kematian akibat pandemi.

Gubernur yang berasal dari Partai Republik sangat ingin memulai perekonomian yang dihantam oleh penutupan dan telah menyebabkan ratusan ribu pengangguran di negara bagian yang bergantung pada turis itu.

Selain kelab malam, Grutman memiliki beberapa restoran, termasuk satu yang dimilikinya dengan penyanyi Pharrell, ditambah tempat nongkrong seleb bernama Komodo. Semuanya terpaksa tutup kembali pada bulan Maret oleh otoritas negara bagian dan lokal.

Pada bulan Juni, Gubernur memberikan izin kepada restoran untuk dibuka kembali dengan kapasitas terbatas. Dengan bar yang masih dalam perintah penutupan, orang-orang segera mendatangi Komodo dan tempat kongko larut malam lainnya.

"Kami pikir dunia telah kembali," kata Grutman.

"Saya cukup naif untuk berpikir bahwa kita telah menemukan jalan keluar dari situasi ini."

Tetapi dia secara sukarela menutup lagi bisnisnya setelah enam minggu buka, karena kasus-kasus meroket dan Florida Selatan menjadi salah satu titik panas COVID-19 nasional, dengan sebanyak 12 ribu hingga 15 ribu infeksi baru yang dikonfirmasi per hari.

Grutman mengatakan dia tidak ingin berkontribusi pada penyebaran, dan dia juga melihat reaksi dari orang lain di industri tersebut.

"Kami diizinkan untuk buka kembali dan bar tidak, namun orang-orang minum seperti orang gila di tempat kami. Itu membangun banyak permusuhan," katanya.

Lights shine on an empty LIV nightclub Wednesday, Oct. 14, 2020, in Miami Beach, Fla. LIV, one of Miami's most glamorous, star-studded nightclubs sits empty and quiet these days, a casualty of both the coronavirus outbreak and a power struggle between state and local government over how to contain the scourge. (AP Photo/Lynne Sladky)Suasana LIV yang sepi sejak pandemi virus Corona. (AP/Lynne Sladky)

Pada Jumat malam baru-baru ini di Komodo, Grutman makan malam dengan penyanyi Kanada, The Weeknd, sementara mantan bintang bisbol Alex Rodriguez duduk di dekatnya dan supermodel Adriana Lima ada di meja lain.

Aturan masker diberlakukan secara ketat, pembersih tangan ada di setiap meja, dan tempat ditutup tepat pada pukul 11 malam.

Sementara itu, LIV, di mana bintang-bintang seperti Justin Bieber dan Jennifer Lopez dikenal memberikan pertunjukan dadakan tanpa bayaran, masih terlihat suram.

Sebelum pandemi, lebih dari 10 ribu pengunjung pesta berkunjung setiap minggunya, dan mereka yang tidak bisa masuk terpaksa nongkrong di bar lobi Hotel Fontainebleau.

Pada akhir pekan yang meriah, LIV bisa meraup lebih dari US$1 jutaan per malam.

Ketika Kansas City Chiefs memenangkan Super Bowl di Miami tahun ini, tim menghabiskan malam dengan mengangkat trofi mereka di tengah semprotan sampanye dan confetti di lantai dansa LIV.

Pada peragaan busana di LIV pada tahun 2009, supermodel Victoria's Secret tampil dengan sayap malaikat dan pakaian dalamnya.

Grutman telah menerima telepon dari DJ yang tak terhitung jumlahnya dan memohon untuk menjadi yang pertama saat kelab malam dibuka kembali.

Yang lain meminta untuk mengadakan pesta via Zoom, tetapi Grutman tidak menyukainya.

Dia sedang berpikir melakukan tes rapid yang hasilnya bisa diketahui selama lima menit serta memasang lampu desinfektan ultraviolet di dalam ventilasi, tetapi dia berpikir bahwa tidak mungkin ada acara besar sebelum vaksin ditemukan.

[Gambas:Video CNN]



(AP/ard)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK