Dokter Sebut Virus Corona Bisa Sebabkan Diabetes

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 22/10/2020 08:36 WIB
Infeksi virus corona disebut bisa sebabkan diabetes. Dokter menduga hal ini disebabkan kemampuan virus mengikat ACE2 yang juga ditemukan di pankreas. Ilustrasi. Covid-19 disebut bisa sebabkan diabetes karena kemampuan virus corona mengikat ACE2 yang juga ditemukan di pankreas. (iStockphoto/oonal)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hubungan yang terbangun antara diabetes dan Covid-19 masih belum selesai diperdebatkan. Sejumlah dokter mengatakan, kasus infeksi virus corona dapat sebabkan diabetes.

Sebelumnya, telah terbukti dan diketahui secara umum bahwa diabetes dapat meningkatkan risiko komplikasi akibat Covid-19. Orang dengan diabetes menjadi kelompok paling berisiko untuk mengalami komplikasi.

Namun, seiring berjalannya waktu, semakin banyak bukti yang memperlihatkan bahwa Covid-19 dan diabetes juga memiliki hubungan patologis dua arah. Artinya, pasien positif Covid-19 dapat mengembangkan diabetes tipe-1 atau tipe-2, meski mereka tak memiliki faktor risiko pada umumnya seperti kelebihan berat badan.


Sejumlah dokter dan ilmuwan hingga saat ini masih mencoba mencari jawaban dari kemungkinan tersebut.

Diabetes sendiri merupakan gangguan metabolisme yang terjadi saat kadar gula darah berada di atas normal. Melansir Fortune, para dokter menduga, virus SARS-CoV-2 dapat memengaruhi pankreas penghasil insulin yang bertugas mengatur kadar gula darah.

Sebuah tim dokter yang dipimpin oleh Francesco Rubino dari King's College London mencoba mengungkapkan hubungan antara diabetes dan Covid-19. Dia bekerja sama dengan banyak dokter dari seluruh dunia yang diminta untuk berbagi cerita tentang pasien yang mengembangkan diabetes setelah terinfeksi virus corona.

Pada Agustus lalu, Rubino dan sejumlah ahli lainnya menguraikan pengamatan awal mereka dalam jurnal NEJM. Mereka menggambarkan Covid-19 dan diabetes sebagai hubungan dua arah. Diabetes dapat meningkatkan risiko komplikasi Covid-19. Tapi, di sisi lain, Covid-19 juga dapat meningkatkan risiko diabetes.

"Di satu sisi, diabetes dikaitkan dengan peningkatan risiko Covid-19 yang parah. Di sisi lain, beberapa jenis diabetes atau komplikasi metabolik seperti ketoasidosis dan hiperosmolaritas yang membutuhkan dosis insulin tinggi juga ditemukan pada pasien Covid-19," tulis para peneliti.

Pengamatan terakhir tentang ketoasidosis diabetik sangat lah penting. Peradangan yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini dinilai dapat memperburuk kemungkinan seseorang mengalami ketoasidosis.

Ketoasidosis sendiri merupakan salah satu bentuk komplikasi diabetes, di mana tubuh memproduksi kadar asam darah berlebih yang disebut keton. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala kelelahan, nyeri otot, rasa haus yang ekstrem, sering buang air kecil, kesulitan bernapas, mual, dan kebingungan. Orang dengan kondisi ketoasidosis umumnya memerlukan penanganan darurat.

Para peneliti menduga, kemampuan virus corona mengikat enzim menjadi penyebabnya, salah satunya angiotensin converting enzyme 2 (ACE2). ACE2 sendiri ditemukan di banyak organ tubuh, khususnya paru-paru. Namun, enzim ini juga disebut ditemukan di organ lain seperti pankreas yang berperan penting dalam kasus diabetes.

(asr/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK