Kawasan di Australia Barat Dikepung Bunga Cantik Beracun

CNN Indonesia | Senin, 26/10/2020 11:04 WIB
Pemandangan lautan bunga lili arum putih mungkin terlihat cantik, tetapi di Australia Barat mereka menjadi musuh publik nomor satu. Bunga lili arum putih. (iStockphoto/Yevhen Harkusha)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemandangan lautan bunga lili arum putih mungkin terlihat cantik, tetapi di wilayah Margaret River, Australia Barat, mereka menjadi musuh publik nomor satu.

"Mereka gulma yang paling mapan dan invasif di wilayah Margaret River," jelas Genevieve Hanran-Smith, Petugas Proyek untuk Konservasi Alam Wilayah Sungai Margaret, seperti yang dikutip dari Associated Press pada Jumat (23/10).

"Mereka mengalahkan spesies asli sehingga kawasan ini hanya memiliki monokultur bunga lili arum, tidak ada tumbuhan bawah sehingga kawasan ini kehilangan sumber makanan dan habitat bagi hewan."


Bunga lili juga telah mengambil alih lahan semak Steve Castan, atau yang dikenal sebagai semak belukar. Ini masalah umum bagi pemilik tanah di daerah tersebut.

"Saya tahu bahwa ada bunga lili arum di sini, saya tidak benar-benar menyadarinya sampai musim bunga lili berikutnya tiba," kata Castan.

Ahli konservasi sedang bekerja untuk membasmi tanaman dengan bantuan dari dana pemerintah. Bunga ini mekar setelah hujan musim dingin dan beracun bagi ternak.

"Turis mungkin melihat pemandangan ini indah, tetapi penduduk setempat yang sangat mencintai dan menghargai daerah ini dan keragaman pemandangan alam menganggap pemandangan ini sangat jelek karena tanaman itu sangat invasif dan mereka ada di mana-mana," kata Hanran-Smith.

Lebih jauh ke utara Sungai Margaret, bunga-bunga telah mengambil alih sebagian Taman Nasional Hutan Tuart. Namun program penyemprotan membantu mengendalikan pertumbuhan mereka.

Tanaman telah dibasmi dari satu bagian hutan yang memungkinkan kebun buah asli untuk kembali.

Bunga lili akan mati saat musim panas tiba, hanya untuk mekar kembali di musim dingin.

Ahli konservasi berharap tanaman tersebut dapat dibasmi, tetapi mengatakan akan memakan waktu bertahun-tahun penyemprotan agar vegetasi asli dapat tumbuh kembali.

(AP/ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK