Tegal, 'Japan van Java' dengan Warteg yang Mendunia

CNN Indonesia | Sabtu, 24/10/2020 15:15 WIB
Kabupaten Tegal, Jawa Tengah memiliki julukan 'Japan van Java'. Kuliner warteg juga menjadi kebanggaan kota di Jawa Tengah ini. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Julukan 'van Java' buat beberapa kota maupun kabupaten di Indonesia biasanya merujuk pada kemiripan kondisi alam.

Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dijuluki 'Oostenrijk van Java' karena bentang alam yang mirip dengan Austria.

Kemudian julukan 'Zwitsers van Java' yang disematkan untuk Kabupaten Garut, Jawa Barat karena kondisi wilayahnya mirip dengan Swiss.


Kabupaten Tegal, Jawa Tengah memiliki julukan 'Japan van Java'. Sama-sama 'van Java' tetapi Tegal tidak memiliki kemiripan bentang alam dengan Negeri Sakura.

Di Tegal terdapat banyak industri logam. Produksi logam Tegal bahkan ada yang jadi pemasok industri otomotif kenamaan Jepang.

Selain kebanggaan akan industri logamnya, Tegal juga patut bangga akan kemasyhuran warung Tegal alias warteg.

Keberadaan warteg tidak kalah menjamur dengan warung makan Padang. Warteg hadir di berbagai sudut kota, melayani pembeli dari berbagai kalangan.

Mau pembeli berdasi atau yang berkaus lusuh, semua pasti mencari masakan rumahan yang bersahaja.

Warteg biasanya menyediakan aneka sayur baik sayur lodeh, sayur bening maupun tumis sayur. Untuk pilihan lauk bakal berbeda di tiap tempat tetapi umumnya lauk pauk berupa orek tempe, ayam goreng dan tahu tempe goreng.

Mungkin santapannya tidak terlihat istimewa tetapi warung makan sederhana ini menyimpan nilai sejarah.

Warteg ada sejak 1950, saat Presiden Soekarno memindahkan ibukota dari Yogyakarta ke Jakarta. Otomatis, diadakan pembangunan besar-besaran. Beberapa ikon ibukota yang Anda saksikan saat ini merupakan hasil prakarsa pembangunan saat itu termasuk Monumen Nasional (Monas) dan Simpang Semanggi.

Ada pembangunan, berarti ada sumber daya manusia yang diperlukan. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, para pedagang dari Tegal bertandang ke ibukota untuk menjajakan makanan.

Warung makan berdiri di mana-mana. Perkembangan warung tidak lepas dari para pekerja yang rata-rata berasal dari sekitar Semarang dan Pekalongan. Lidah mereka cocok dengan masakan Tegal apalagi harganya murah meriah.

Kini, siapa sangka warteg ada yang sampai memiliki sistem franchise layaknya restoran cepat saji. Bahkan warteg pun sudah 'menjajah' lidah mancanegara. Anda akan menemukan warteg di Korea Selatan, Arab Saudi, Belanda juga Jerman.

(els/ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK