Studi: Ibu Hamil Positif Covid-19 Berisiko Kematian

tim, CNN Indonesia | Jumat, 06/11/2020 15:14 WIB
Studi terbaru menunjukkan ibu hamil yang positif Covid-19 memiliki risiko tinggi mengalami gejala penyakit yang lebih parah hingga meninggal dunia. Studi terbaru menunjukkan ibu hamil yang positif Covid-19 memiliki risiko tinggi mengalami gejala penyakit yang lebih parah hingga meninggal dunia. (Istockphoto/ Pekic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Studi terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menunjukkan ibu hamil yang positif Covid-19 memiliki risiko tinggi mengalami gejala penyakit yang lebih parah hingga meninggal dunia.

Selain itu, ibu hamil yang terinfeksi virus corona berisiko melahirkan secara prematur atau sebelum waktunya. Mereka juga lebih membutuhkan perawatan intensif serta dukungan pada jantung dan paru-paru dibandingkan dengan perempuan yang tidak hamil

Hasil studi ini didapat setelah peneliti meninjau data pada lebih dari 461 ribu perempuan berusia 15-44 tahun yang positif Covid-19 pada rentang waktu 22 Januari hingga 3 Oktober lalu. Studi ini berfokus pada perempuan yang memiliki gejala.


Secara rinci, peneliti mendapati perempuan hamil lebih mungkin untuk mendapatkan perawatan intensif di ICU yakni 10,5 per 1.000 perempuan hamil. Sedangkan perempuan yang tidak hamil memiliki prevalensi dirawat di ICU 3,9 per 1.000 perempuan hamil.

Di samping itu, ibu hamil juga tiga kali lebih mungkin dirawat dengan bantuan pernapasan dibandingkan yang tidak hamil.

Ibu hamil juga lebih mungkin meninggal dunia karena Covid-19 dengan prevalensi 1,5 kematian per 1.000 wanita. Sedangkan, perempuan yang tidak hamil memiliki prevalensi kematian 1,2 per 1.000 perempuan yang tidak hamil.

Sebagaimana dilansir CNN, peneliti memaparkan bahwa kemungkinan besar penyakit parah pada ibu hamil disebabkan oleh perubahan fisiologis dalam kehamilan, termasuk peningkatan detak jantung dan penurunan kapasitas paru-paru.

Pada analisis lainnya terhadap 4.442 ibu hamil, CDC mendapati sebanyak 12,9 persen melahirkan secara prematur. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan kelahiran prematur pada populasi normal yakni 10,2 persen.

Kelahiran prematur berisiko tinggi membuat bayi mengalami kematian dan kecacatan, termasuk masalah pernapasan, penglihatan, dan pendengaran.

Peneliti menyatakan perlu lebih banyak penelitian untuk mengetahui dampak Covid-19 pada bayi yang lahir prematur.

Temuan lain dari CDC mengatakan bahwa perempuan berusia di atas 35 tahun cenderung mengalami penyakit yang parah, terlepas sedang hamil ataupun tidak.

Peneliti menyarankan agar ibu hamil melakukan tindak pencegahan yang ketat agar terhindar dari virus corona. Ibu hamil yang positif Covid-19 juga harus segera mendapatkan pertolongan medis.

"Untuk mengurangi risiko penyakit parah dan kematian akibat Covid-19, ibu hamil harus mencari perawatan medis segera jika mereka memiliki gejala dan tindakan untuk mencegah infeksi," tulis peneliti CDC.

(ptj/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK