Pakar: Tetap Lakukan 3M dan 3T Meski Vaksin Sudah Ditemukan

KPC PEN, CNN Indonesia | Jumat, 13/11/2020 17:31 WIB
Kebiasaan 3M dan 3T harus tetap dijalankan sampai benar-benar pemerintah memberikan informasi bahwa Covid-19 sudah tidak ada. Kebiasaan 3M dan 3T harus tetap dijalankan sampai benar-benar pemerintah memberikan informasi bahwa Covid-19 sudah tidak ada. (Foto: KPCPEN Kominfo RI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Managing Director IPSOS Indonesia Soeprapto Tan menegaskan perilaku 3M dan 3T tak hanya menjadi tindakan penting untuk menekan penularan Covid-19.

Bahkan kelak ketika vaksin Covid-19 sudah ditemukan dan didistribusikan, perilaku ini harus tetap dilakukan.

"Kalau misalkan mendapatkan vaksin paling cepat Mei atau Juni [tahun depan], kebiasaan terhadap 3M dan 3T harus tetap kita jalankan sampai benar-benar pemerintah memberikan informasi bahwa Covid-19 sudah tidak ada," ujarnya dalam Dialog Produktif secara daring yang bertema 'Optimisme Masyarakat terhadap 3T (Tracing, Testing, Treatment)' di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Kamis (12/11).


Hal ini menyusul masih rendahnya kesadaran individu melakukan deteksi dini sebagai bagian dari testing, tracing, dan treatment (3T). Padahal upaya ini merupakan satu bagian utuh yang harus dijalankan bersama protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak (3M).

Survei IPSOS mencatat masih ada 29 persen masyarakat yang belum paham dengan konsep Testing, Tracing dan Treatment (3T). Sementara untuk perilaku 3M, sebanyak 99 persen responden mengaku telah paham.

Dari data itu menunjukkan masyarakat masih beranggapan perilaku 3M dan 3T adalah dua hal yang terpisah. Padahal kedua hal tersebut merupakan satu paket dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

"(Kampanye) 3M di awal-awal sangat kencang sekali dan sampai sekarang kampanyenya. (Jika) 3M tidak jalan, 3T pasti akan lebih parah. Sekarang 3M sudah, saatnya kita mulai ngomongin 3T," jelasnya.

Sementara itu, Penasihat Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinvest) Monica Nirmala menyebutkan perlu ada peningkatan testing dan tracing.

Menurut dia semua orang harus mengambil peranan untuk memutus mata rantai penularan virus corona dengan berpartisipasi melaksanakan 3M dan 3T secara bersamaan.

"Setiap orang harus mengambil peranan untuk memutus rantai dengan berpartisipasi kooperatif menerapkan 3M dan 3T," ujar Monica.

(ayo/fef)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK