Tak Lagi Lucu, Bayi Gemuk Justru Berisiko Diabetes

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 18/11/2020 17:57 WIB
Alih-alih menganggapnya gemas dan sehat, orang tua yang memiliki bayi gemuk seharusnya waspada akan risiko diabetes yang mengintai. Ilustrasi. Alih-alih menganggapnya gemas dan sehat, orang tua yang memiliki bayi gemuk seharusnya waspada akan risiko diabetes yang mengintai. (istockphoto/Amax Photo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bayi gemuk seharusnya tak lagi lucu. Alih-alih menganggapnya gemas dan sehat, orang tua seharusnya waspada akan risiko diabetes yang mengintai.

"Bayi dengan berat badan besar saat lahir sudah memiliki risiko diabetes melitus," ujar ahli endokrinologi anak, dr Novina, dalam Temu Media Hari Diabetes Sedunia bersama Kementerian Kesehatan, Selasa (17/11).

Risiko akan semakin meningkat jika sang ibu juga mengidap diabetes tipe 1 atau 2. Kondisi diabetes gestasional yang biasa dialami ibu hamil juga bisa meningkatkan risiko tersebut.


"Bayi yang gemuk itu tidak sehat dan tidak lucu," kata Novina.

Untungnya, Novina melihat, kini beberapa orang tua sudah berubah memandang bayi gemuk. Jika dulu bayi gemuk dianggap lucu dan sehat, kini justru mereka lebih berhati-hari. Pasalnya, berat badan berlebih bisa memicu berbagai penyakit pada anak.

Sebagaimana diketahui, diabetes tak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga anak-anak. Beberapa faktor risiko seperti riwayat keluarga dan berat badan berlebih bisa memicu diabetes pada anak.

Diabetes tipe-1 menjadi jenis diabetes yang banyak menyerang anak. Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada 2018 mencatat, sebanyak 1.220 anak di Indonesia mengidap diabetes tipe-1.

Diabetes tipe-1 umumnya dipicu oleh kelainan autoimun, saat sistem kekebalan tubuh justru merusak atau menghancurkan pankreas anak. Padahal, pankreas berperan untuk menghasilkan insulin.

Diabetes tipe-1, lanjut Novina, bahkan bisa dimulai saat bayi masih berusia 6 bulan hingga usia dewasa muda. Diabetes jenis ini umumnya bersifat akut dan berkembang dengan cepat.

Novina mengingatkan agar orang tua berhati-hati. Pasalnya, diabetes tipe-1 sering memicu komplikasi ketoasidosis diabetikum.

Sebanyak 71 persen anak dengan diabetes tipe-1 terdiagnosis dengan ketoasidosis. "Ini merupakan kondisi fatal yang bisa mengancam jiwa," kata Novina.

(asr/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK