11 Fakta Unik Garam, dari Kesehatan sampai Takhayul

CNN Indonesia | Minggu, 29/11/2020 19:09 WIB
Berikut belasan fakta mengenai garam yang lebih dari bumbu penyedap masakan. Garam. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Garam biasanya tersusun rapi di rak meja makan untuk menambah cita rasa dalam makanan. Garam ada di mana-mana, baik di makanan atau minuman yang sering kali kita santap.

Garam sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Penggunaannya pun tidak terbatas hanya untuk penyedap makanan, bahkan garam pernah dijadikan sebagai salah satu alat tukar menukar, menggantikan fungsi uang yang saat ini kita gunakan.

Berikut beberapa fakta mengejutkan tentang garam yang dirangkum dari Mashed:


1. Tanpa garam, kita mungkin mati

Tubuh membutuhkan garam untuk membentuk ion. Ion yang terkandung di dalam sel memiliki energi untuk melakukan fungsi esensial di tubuh, salah satunya mengubah nutrisi menjadi energi.

Ion mudah keluar dari tubuh, bisa berbentuk keringat, atau air urin. Makanya, tubuh seringkali membutuhkan asupan garam tambahan untuk membentuk ion.

Jika kadar natrium di tubuh turun, dapat mengakibatkan kondisi hiponatremia. Kondisi ini menyebabkan kadar natrium dalam darah tidak mencukupi. Akibatnya dapat meningkatkan risiko resisten terhadap insulin, peningkatan risiko kolestrol LDL, hingga risiko kematian akibat gagal jantung.

2. Kebanyakan orang konsumsi garam 18 kali lebih banyak dari seharusnya

Tubuh sebetulnya hanya membutuhkan 186 miligram atau kurang dari sepersepuluh sendok teh garam setiap harinya.

Namun mengonsumsi natrium dalam jumlah kecil hampir sulit, mengingat setiap makanan siap saji, kudapan, bahkan minuman kemasan menggunakan garam yang sulit diukur kadarnya.

Harvard School of Public Health memperkirakan, rata-rata orang Amerika mengonsumsi 3,4 grm garam atau 1,5 sendok teh per hari. Ini 18 kali lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh.

Cara terbaik untuk mengurangi konsumsi natrium adalah dengan mencoba mengolah makanan sendiri, dan mengurangi konsumsi makanan olahan atau minuman kemasan.

3. Garam mungkin saja meningkatkan IQ

Klaim ini belum diuji secara ilmiah. Namun menurut Healthline, hal itu sangat mungkin. Sebab yodium dalam garam tidak hanya menjaga tiroid berfungsi dengan baik. Ia juga menjaga fungsi otak agar sehat dan normal.

Mereka yang berisiko kekurangan yodium adalah wanita hamil. Masih menggunakan sumber yang sama, menurut sebuah penelitian, perempuan hamil yang kekurangan yodium cenderung memiliki anak dengan IQ 10-15 poin lebih rendah dari pada yang seharusnya.

Kondisi tersebut dapat dicegah dengan mengonsumsi garam beryodium secara cukup.

4. Jumlah natrium dalam garam meja dan garam laut sebetulnya sama

Ada berbagai jenis garam di dunia. Anda mungkin mengenal garam himalaya, selain butirannya yang lebih besar dibanding garam biasa, warnanya juga sedap dipandang.

Dalam survei American Heart Association 2011, 61 persen dari 1.000 orang yang disurvei mengira bahwa garam laut adalah alternatif untuk mereka yang membutuhkan natrium rendah.

Benar bahwa garam kosher dan beberapa garam laut seperti himalayan salt memang mengandung lebih sedikit natrium berdasarkan volumenya karena serpihannya yang lebih besar. Tapi, garam meja dan kebanyakan garam laut mengandung jumlah natrium yang sama menurut beratnya yaitu 40 persen.

5. Perbedaan garam batu dan garam laut

Ada dua cara yang biasa digunakan untuk mendapatkan garam. Pertama, dengan melakukan penguapan air laut dengan bantuan panas matahari, atau penguapan dengan teknologi modern, tentunya dibantu alat dan peralatan yang canggih.

Produsen garam biasanya menggunakan apa yang disebut 'panci vakum'. Caranya, air garam direbus di tekanan yang tinggi, kemudian penguapan terjadi dan menghasilkan garam yang mengkristal.

Garam batu, tidak melibatkan air sama sekali. Jika garam laut didapat dari air laut, garam batu justru tumbuh ribuan kaki di bawah bumi.

Penambang mengakses garam melalui poros tambang, melakukan pengeboran, dan menggunakan bahan peledak untuk mendapatkan garam batu. Setelahnya, garam dihancurkan dan disortir.

Banyak orang mengatakan garam batu terlihat berwarna abu-abu karena kotoran di batuan. Dari segi rasa, garam batu cenderung memiliki rasa asin yang lebih pekat.

11 Fakta Tentang Garam, dari Penyedap sampai Kesehatan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK