HARI AIDS SEDUNIA

Makna dan Asal-usul Pita Merah dalam Hari AIDS Sedunia

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 01/12/2020 17:33 WIB
Pita merah menjadi simbol kesadaran dan dukungan universal untuk orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Pita ini kerap dikenakan pada peringatan Hari AIDS Sedunia. Ilustrasi. Pita merah menjadi simbol kesadaran dan dukungan universal untuk orang dengan HIV/AIDS (ODHA). (Istockphoto/burakkarademir)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pita merah mendadak ada di mana-mana saat peringatan Hari AIDS Sedunia setiap 1 Desember. Dari mana asalnya pita merah tersebut? Dan, apa maknanya?

Pita merah menjadi simbol kesadaran dan dukungan universal untuk orang dengan HIV/AIDS. Mengenakan pita adalah cara yang baik untuk meningkatkan kesadaran.

Mengutip laman World AIDS Day, ide pita merah bermula dari gagasan sejumlah seniman di New York, Inggris. Pada tahun 1991, sekitar 12 seniman berkumpul di sebuah galeri di East Village, New York, Amerika Serikat. Mereka bertemu untuk membahas proyek baru AIDS Visual, organisasi seni kesadaran HIV yang berbasis di New York. Di sana-lah mereka menemukan ide pita merah ini.


Kala itu, ODHA masih begitu dihadapkan dengan stigma. Para seniman ingin menciptakan ekspresi visual kasih sayang untuk para ODHA.

Mereka terinspirasi dari pita kuning yang diikat di pohon untuk menunjukkan dukungan bagi militer AS yang bertempur dalam Perang Teluk. Selain itu, bentuk pita juga dianggap mudah dibuat dan ditiru.

Mereka menghindari warna tradisional yang kerap dikaitkan dengan komunitas LGBT seperti warna pelangi atau merah muda. Mereka ingin menyampaikan bahwa HIV bisa menyerang siapa saja, tak melulu kelompok LGBT yang dinilai paling berisiko.

Warna merah sendiri dipilih karena keberaniannya. Warna merah juga kerap diasosiasikan dengan gairah, cinta, dan kasih sayang.

Mulanya, para seniman membuat pita sendiri dan mendistribusikannya ke sejumlah galeri dan gedung teater di New York.

Dalam beberapa pekan, pita merah bisa dilihat di tempat-tempat terkenal seperti karpet merah Academy Awards. Sontak, media pun menyorotinya. Dalam waktu singkat, simbol pita merah diakui secara universal.

Mengutip laman UNAIDS, simbol pita merah melanglang buana ke Eropa. Pada Senin Paskah tahun 1992, sebanyak 100 ribu pita merah dibagikan selama Konser Penghormatan Kesadaran AIDS Freddie Mercury di Stadion Wembley, London, Inggris.

Lebih dari satu miliar orang di lebih dari 70 negara di seluruh dunia menyaksikan acara tersebut. Sepanjang era 1990-an, banyak selebriti yang mengenakan pita merah. Salah satunya didorong oleh dukungan yang kuat dari Putri Diana untuk HIV/AIDS.

"Fakta bahwa itu [pita merah] ditiru secara luas, sungguh menakjubkan. Kami tidak percaya," ujar Allan Frame, salah satu seniman AIDS Visual yang terlibat dalam pembuatan simbol pita merah.

Pita merah terus menjadi kekuatan yang ampuh dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang HIV. Hal ini telah menginspirasi badan amal lain untuk memanfaatkan simbol tersebut, seperti pita merah mudah sebagai pita kesadaran kanker payudara.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK