Viral Kisah Jeongin, Bayi Kecil Korban Kekerasan Orang Tua

Tim, CNN Indonesia | Senin, 04/01/2021 19:01 WIB
Dunia maya tengah diramaikan oleh kasus kekerasan anak di Korea Selatan. Bayi 16 bulan dikabarkan mengalami kekerasan oleh orang tuanya hingga meninggal dunia. ilustrasi: Dunia maya tengah diramaikan oleh kasus kekerasan anak di Korea Selatan. Bayi 16 bulan dikabarkan mengalami kekerasan oleh orang tuanya hingga meninggal dunia. ( Istockphoto / Surachetsh)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus kekerasan terhadap bayi menggemaskan di Korea Selatan tengah ramai dibicarakan warganet. Seorang bayi berusia 16 bulan dilaporkan mengalami kekerasan oleh orang tuanya hingga meninggal dunia.

Kabar mengenai bayi bernama Jeongin itu sempat menjadi trending di media sosial. Banyak orang yang melontarkan keprihatinannya atas kasus tersebut.

Dilaporkan bahwa Jeongin meninggal dunia akibat kekerasan yang dilakukan oleh orang tuanya. Jeongin sendiri merupakan anak adopsi yang dirawat oleh orang tua angkatnya sejak usia tujuh bulan.


Mengutip berbagai sumber, pihak kepolisian di Seoul, Korea Selatan, menangkap kedua orang tua angkat Jeongin pada 13 Oktober 2020 lalu. Keduanya ditangkap sehubungan dengan kasus kematian putri mereka.

Kala itu, Jeongin dibawa ke UGD dalam keadaan penuh darah karena pankreasnya diamputasi. Beberapa organ tubuhnya juga ditemukan telah rusak. Jeongin mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit saat kedua orang tuanya tengah diperiksa pihak kepolisian.

Sebelum ini, telah dilaporkan pula tiga kasus kekerasan. Namun, sayangnya polisi baru bertindak saat laporan terakhir ini muncul.

Hal ini kemudian memicu amarah masyarakat Korea Selatan. Utamanya karena keluarga pernah muncul di sebuah acara televisi menggambarkan sebagai keluarga yang harmonis.

Sejumlah gambar foto Jeongin sebelum dan setelah diadopsi pun tersebar di dunia maya. Keduanya memperlihatkan kondisi yang jauh berbeda. Jeongin yang ceria dan menggemaskan pada mulanya, menjadi Jeongin yang lesu seolah tak berdaya.

Akibatnya, masyarakat Korea Selatan membuat sebuah petisi daring untuk mengungkap kasus kekerasan yang dialami Jeongin. Petisi itu didaftarkan dalam laman Blue House.

Kasus Jeongin pertama kali mendapat perhatian publik setelah dibahas oleh salah satu program televisi pada 2 Januari lalu. Setelahnya, tagar #sorryjeingin menjadi trending sebagai wujud keprihatinan sekaligus penyadaran akan pentingnya perlindungan anak.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK