7 Fakta Death Valley, Lembah Paling Gerah di Dunia
CNN Indonesia
Sabtu, 16 Jan 2021 13:25 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Death Valley. (Istockphoto/libre de droit)
Jakarta, CNN Indonesia --
Istilah 'ekstrem' tampaknya berhak disandang Taman Nasional Death Valley.
Terletak di California dan Nevada, Amerika Serikat (AS), Death Valley alias Lembah Maut menawarkan pemandangan kontras dan menarik untuk dijelajahi. Mulai dari salju yang membekukan, padang rumput dengan bunga liar hingga dataran gurun yang seolah tanpa ujung.
Taman Nasional Death Valley dibuka pada 24 Oktober 1994 dan merupakan taman nasional terbesar di 48 negara bagian AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daya tarik Death Valley tak cuma pemandangannya. Akhir tahun lalu, lembah ini jadi tempat terpanas di dunia.
Mengutip dari NYTimes, NOAA Weather Prediction mencatat Death Valley pernah mencapai suhu 54 derajat Celcius.
Terdengar begitu gerah tetapi percayalah, Death Valley menawarkan lebih dari sekadar suhu panas nan ekstrem.
Berikut tujuh fakta menarik tentang Death Valley, lembah paling gerah di dunia:
Curah hujan rata-rata per tahun di sini memang begitu rendah. Orang tidak akan sampai berpikir soal bunga atau tanaman indah.
Namun pada 2016, Death Valley pernah dihiasi bunga-bunga liar. Ini bukan peristiwa biasa buat lembah.
Alan Van Valkenburg, penjaga taman nasional, berkata bunga mekar hanya terjadi sekitar sekali tiap dekade.
"Anda tidak pernah tahu kapan itu akan terjadi. Merupakan suatu kehormatan untuk berada di sini dan bisa melihat salah satu bunga mekar ini. Sangat sedikit orang yang bisa melihatnya dan luar biasa," ujar Valkenburg, mengutip dari Mental Floss.
4. Batu 'berjalan'
Fenomena yang tak kalah misterius, sejumlah ilmuwan merekam batu-batuan yang 'berjalan' melintasi Racetrack Playa. Batu-batu dolomit hitam bergerak sendiri, meluncur, menanjak, dan meninggalkan jejak.
Penjelasan misteri ini berada seputar medan magnet bumi, angin kencang, hingga alga yang licin.
Melansir dari Live Science, segala asumsi jawaban teka-teki akhirnya luruh dengan temuan fakta.
Diterbitkan di jurnal PLOS One, ilmuwan mengungkap terdapat plat tipis bergerigi menyerupai panel pecahan kaca menghempas bebatuan di sana.
Batu-batu ini lalu didorong angin sehingga tampak meluncur di atas lumpur basah.
Badwater Basin di Taman Nasional Death Valley. (AP/John Locher)
5. Nyanyian pasir
Meski hanya menempati porsi kecil di Death Valley, bukit-bukit pasir masih jadi daya tarik Death Valley.
Paling mudah memang mengunjungi Mesquite Flat Sand Dunes sekaligus berselancar di atas pasir.
Namun Anda musti mengunjungi Eureka Sand Dunes. Tak hanya karena menjulang tinggi, tetapi juga ada fenomena aneh yakni pasir 'bernyanyi'.
Pasir meluncur menuruni bukit pasir tinggi dan curam menimbulkan syara seperti nada bass dari organ pipa atau dengung pesawat.
Tidak diketahui alasan pasti pasir-pasir 'menyanyi'. Namun kemungkinan besar, disebabkan oleh gesekan antar butiran pasir.
6. Pelari bertubuh mini
Ingat serial animasi 'Looney Tunes'? Wile E. Coyote diceritakan selalu mengejar burung roadrunner.
Rupanya burung roadrunner bukan rekaan belaka. Malah burung ini jadi salah satu satwa liar paling umum terlihat di Death Valley.
Para pengamat burung harus mengunjungi Furnace Creek di mana burung tertarik ke oasis untuk mendapatkan air dan tempat berteduh.
7. Satwa langka penghuni 'lubang setan'
Di Death Valley, terdapat jurang dalam berisi air yang disebut 'Devil's House'.
Meski disebut 'jurang setan', hidup Devil's Hole Pupfish yang langka. Kemungkinan satwa ini telah hidup dan bertahan di sana hingga 20 ribu tahun.