Trauma Film 'Jaws', Pantai Afrika Selatan Pasang Jaring Hiu

CNN Indonesia | Kamis, 14/01/2021 17:26 WIB
Adegan film 'Jaws' banyak dianggap orang mengerikan. Pantai-pantai di KwaZulu-Natal, Afrika Selatan, lalu memasang jaring hiu agar turis kembali datang. Ilustrasi. (AFP/TARIK TINAZAY)
Jakarta, CNN Indonesia --

"Jaring ini pada dasarnya adalah jaring kematian," kata penyelam hiu, Walter Bernardis, saat dia mencapai sisi perahu karetnya untuk menarik jaring yang terombang-ambing di perairan subtropis Afrika Selatan bagian timur.

Bentangan jaring sepanjang 200 meter dimaksudkan untuk melindungi turis yang sedang berenang di laut dari serangan hiu..

Tetapi para konservasionis mengatakan jaring itu malah menjebak hewan yang berenang terlalu dekat ke pantai, seperti hiu, lumba-lumba, duyung, penyu, sampai paus.


"Mereka adalah sistem pasif yang telah dimasukkan ke dalam air dan segala sesuatu yang menempatkan kepalanya di jaring itu akan mati," kata Bernardis, yang berhenti dari pekerjaan mengajar untuk membawa turis bertatap muka dengan hiu.

Hiu mendapatkan nama buruk pada 1950-an, ketika serangkaian serangan mematikan mendorong orang untuk meninggalkan pantai pasir putih yang populer di provinsi KwaZulu-Natal, yang sekarang menarik lebih dari 6 juta pengunjung setiap tahunnya.

Film thriller Steven Spielberg berjudul 'Jaws' (1975) menambah ketakutan dengan mencengkeram imajinasi publik atas representasi yang salah tentang hiu sebagai pemakan daging manusia.

Karena khawatir, pelaku pariwisata di sana berupaya menjauhkan hiu dari pengunjung pantai yang gelisah.

Saat ini, 37 pantai dilapisi dengan jaring dan tali berumpan, tersebar di lebih dari 300 kilometer utara dan selatan ibukota provinsi Durban.

Apakah hiu memakan manusia?

Jaring tersebut telah berhasil meyakinkan wisatawan untuk kembali datang ke pantai.

Kerumunan orang menghabiskan musim panas di belahan bumi selatan di KwaZulu-Natal, memenuhi pantai dengan tenda dan payung - meskipun akses dibatasi tahun ini karena virus Corona.

Tidak ada satu pun pertemuan hiu mematikan yang dilaporkan di kawasan lindung selama lebih dari 67 tahun, menurut dewan hiu KwaZulu-Natal (KZN) yang didanai publik.

Namun angka menunjukkan bahwa hiu memang jarang menyerang manusia, terlepas dari apakah mereka dipisahkan oleh jaring.

Hanya sekitar 100 serangan hiu yang dilaporkan secara global pada 2019, menurut catatan yang dikumpulkan oleh University of Florida.

Daging manusia biasanya bukan bagian dari makanan hiu, karena mereka memangsa ikan kecil serta hewan lain seperti anjing laut dan cumi-cumi.

Hanya lima dari ratusan spesies hiu yang dianggap mengancam manusia, termasuk hiu banteng dan hiu macan yang agresif.

Akan tetapi, usaha menjauhkannya dari manusia juga berdampak buruk.

Setidaknya 400 hiu mati lemas setiap tahun setelah terjebak terlalu lama oleh jaring dan kail berumpan, kata dewan hiu KZN.

Sekitar 50 di antaranya adalah spesies yang dilindungi oleh Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), seperti Great White dan Martil.

Shark activist Walter Bernardis swims along a shark net during a dive in Umkomaas near Durban, South Africa, on December 10, 2020. - Today, on more than 300km of KwaZulu-Natal coast, 37 beaches are equipped with a controversial shark control system, made of shark nets -  two parallel rows of submerged mesh net - and drum lines - an aquatic trap used to lure and capture large sharks using baited hooks - both placed around beaches to reduce shark attacks on swimmers. Although there has not been any mortal attack for 67 years, every year at least 400 sharks have been killed by this system, prompting environmentalists to criticise it for its ecological danger. (Photo by Michele Spatari / AFP)Jaring hiu yang semakin banyak dipasang di pantai-pantai Afrika Selatan. (AFP/MICHELE SPATARI)

Trauma Film 'Jaws', Pantai Afrika Selatan Pasang Jaring Hiu

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK