'Make-Up Sex,' Kala Seks Jadi Jalan Damai dengan Si Dia

CNN Indonesia | Kamis, 14/01/2021 23:48 WIB
Make-up sex merupakan seks dalam rangka rekonsiliasi dengan pasangan. Ilustrasi. Make-up sex merupakan seks dalam rangka rekonsiliasi dengan pasangan. (iStockphoto/Milkos)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bukan sesuatu yang aneh jika Anda mengalami pertengkaran atau cekcok dengan pasangan. Ada saja hal yang bisa jadi bahan perdebatan mulai dari hal sepele hingga yang serius.

Permintaan maaf belum sampai terjadi tetapi ada hal yang tak biasa. Itu bisa berawal dari sentuhan lembut lalu mengarah ke sesi panas di ranjang.

Familiar dengan deskripsi ini? Berarti Anda memiliki pengalaman dengan make-up sex alias seks dalam rangka rekonsiliasi dengan pasangan.


"Bagi banyak pasangan, bertengkar seperti pemanasan dengan kata-kata," ujar Emily Morse, pakar seks dan keintiman, dikutip dari Oprah Magazine.

Seks dimulai dengan foreplay yang bertujuan untuk mempersiapkan tubuh dan pikiran untuk melakukan hubungan seksual.

Pertengkaran dengan pasangan, kata Morse, dapat membuat Anda dan pasangan berada dalam kondisi gairah yang sama.

Selain itu, berkat hormon yang dipicu selama cekcok, peneliti pun melihat hubungan antara konflik dan hasrat seksual.

Saat hubungan terancam, secara biologis manusia memiliki naluri untuk menjaga ikatan hubungan. Seks jadi salah satu cara alami untuk mewujudkannya.

Sebagaimana dilansir dari Women's Health Magazine, psikolog klinis dan terapis seks, Elizabeth Perri berpendapat kemarahan bisa memiliki muatan erotis.

Energi kemarahan bisa berubah jadi energi seksual.

Apa yang bisa didapat dari make-up sex?

Seks memang jadi cara untuk menegaskan dedikasi Anda satu sama lain setelah cekcok yang 'menggoyang' hubungan dengan pasangan.

Terapis pasangan, Megan Fleming mengatakan seks menjadi cara fisik untuk mengekspresikan bahwa anda masih ada untuk satu sama lain.

"Anda memulihkan beberapa keterikatan, kedekatan, keselamatan, dan keamanan yang kita semua cari dalam hubungan. Ini untuk membantu membawa apapun yang Anda pertengkarkan ke dalam suatu perspektif. Prioritasnya adalah persatuan Anda," paparnya.

Make-up sex tidak selalu berujung pada orgasme. Ini lebih untuk menunjukkan bahwa keintiman merasakan sentuhan satu sama lain membuat otak melepas dopamin dan oksitosin alias the cuddle hormon.

Adakah kerugian dari makeup sex?

Sebenarnya sebelum makeup sex, sebaiknya Anda 'make up' alias berbaikan terlebih dahulu dengan pasangan. Anda perlu menyelesaikan pertengkaran, bukan buru-buru saling melucuti pakaian.

"Apa yang tidak sehat tentang makeup sex adalah jika itu cara meletakkan segala sesuatu di belakang dan menyeretnya jadi konflik," kata Fleming.

Hati-hati, sebagian pasangan begitu kecanduan dengan seks semacam ini.

Morse memperingatkan jika frekuensi pertengkaran meningkat dan pertengkaran jadi satu-satunya cara pasangan merasakan hubungan, kemungkinan besar itu bakal menjadi siklus beracun.

"Juga jika pasangan menggunakan makeup sex sebagai cara untuk menghindari pembicaraan tentang masalah sama sekali atau meminta maaf atas perilaku buruk berulang. Ini indikator lain dari pola yang menghancurkan hubungan," imbuhnya.

Seks bukan hal yang haram dalam hubungan. Namun seks tidak bisa menggantikan diskusi menyoal persoalan Anda dan pasangan. Morse mengatakan segala persoalan sebaiknya diselesaikan dengan cara yang sehat.

Anda musti benar-benar berkomunikasi dengan pasangan.

"Setelah itu, Anda merasa lebih rileks, ketegangan dari pertengkaran telah mereda, dan sekarang keintiman Anda meningkat," katanya.

(els/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK