Jakarta, CNN Indonesia -- Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, padam pada 25 November 2020 karena diduga ada kebocoran gas.
Sebelum padam, kobaran api yang muncul dari aktivitas gas alam itu sempat mengecil selama sepekan.
Saat ini, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah berupaya menyalakan kembali Api Abadi Mrapen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini kami akan melakukan pemetaan jalur gas alam bawah tanah dan survei di mana jebakan (gas) yang paling besar. Bagaimana pun Api Abadi Mrapen akan kami pertahankan karena sudah jadi destinasi wisata dan ikon Grobogan," kata Kepala Bidang Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan (EBT) Dinas ESDM Jateng Imam Nugroho di Semarang, pada Senin (1/2), seperti yang dikutip dari ANTARA.
Ia menjelaskan upaya pencarian titik gas tersebut menggunakan soil resistivity (geolistrik) atau alat untuk mengukur lapisan tanah dan menampilkan jebakan-jebakan atau jalur gas alam yang hasilnya akan tampak dalam bentuk tiga dimensi.
Hasil dari pencarian titik gas tersebut, lanjut dia, akan ditentukan titik mana yang paling besar, kemudian akan dieksploitasi atau dimanfaatkan.
"Gas dari titik yang paling besar tersebut akan disalurkan dengan menggunakan pipa ke lokasi Api Abadi Mrapen," ujarnya.
Dirinya optimistis dengan langkah ini Api Abadi Mrapen akan kembali menyala pada tahun ini.
"Pembangunan sekitar 3-4 bulan, jadi maksimal 6 bulan ke depan sudah ada hasilnya," katanya.
Jika Api Abadi Mrapen sudah kembali menyala, Dinas ESDM Jateng meminta agar pengusaha atau warga tidak membuat sumur dan melakukan pengeboran di sekitar lokasi objek wisata tersebut.
"Kalau orang ngebor harus ada izin dulu. Tidak bisa sembarangan," tegasnya.
Mengenai sumur di belakang minimarket yang menyebabkan Api Abadi Mrapen padam, tidak akan ditutup karena jika ditutup, justru berbahaya karena dikhawatirkan jalur gas yang sudah terbentuk secara alami bisa berubah dan bocor ke mana-mana.
"Lebih baik dimanfaatkan saja. Sebenarnya di seberang minimarket itu ada sumur gas yang selama ini sudah dimanfaatkan warga setempat," ujarnya.
Api Abadi Mrapen sering digunakan untuk peristiwa bersejarah, misalnya pesta olahraga internasional Ganefo I tanggal 1 November 1963 dan untuk menyalakan obor Pekan Olahraga Nasional (PON) mulai PON X tahun 1981, POR PWI tahun 1983. HAORNAS, hingga Asian Games 2018.
Saat upacara Waisak, api dari sana juga digunakan untuk menyulut obornya.
Selain api abadi, di area tersebut juga terdapat kolam dengan air mendidih yang konon dapat dipergunakan untuk mengobati penyakit kulit, serta batu bobot yang konon apabila seseorang dapat mengangkatnya maka akan terkabul keinginannya.
Selain Api Abadi Mrapen, berikut empat lokasi api abadi lain yang ada di Indonesia:
[Gambas:Video CNN]
Api Abadi Mrapen Padam, Ini 4 Api Abadi Lain di Indonesia
Penampakan Api Biru di Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
1. Api Tak Kunjung Padam, Pamekasan
Berlokasi di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, api abadi di sini juga tak kunjung padam walau hujan lebat datang.
Api abadi di sini disebut muncul dari legenda Ki Moko, yang berdoa kepada Tuhan agar dirinya yang tak berpunya diberkahi bantuan menjelang pernikahannya dengan putri raja.
Usai berdoa, muncul sumber mata air berupa telaga dan sumber api ini, lalu pernikahan berjalan sukses. Saat ini Makam Ki Moko juga masih bisa didatangi untuk ziarah.
Dipagari dengan pagar besi sederhana berwarna kuning, turis yang penasaran biasanya diajak membakar jagung di atas api tersebut.
[Gambas:Instagram]
2. Api Abadi Sungai Siring, Samarinda
Api Abadi Sungai Siring berada di Dusun Bambu Kuning, Samarinda, Kalimantan Timur.
Selain dari Api Abadi Mrapen, Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII pada 2008 juga menyulut api dari sini.
3. Api Abadi Kayangan Api, Bojonegoro
Disebut sebagai sumber api terbesar di Asia Tenggara, fenomena alam ini bisa ditemui di Desa Sendangharo, Bojonegoro, Jawa Timur.
Menurut kisah yang beredar di masyarakat, api abadi ini sudah muncul sejak zaman Kerajaan Majapahit.
Api Abadi Kayangan Api Bojonegoro juga digunakan untuk menyulut obor pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XV tahun 2000.
 Api Abadi Kayangan Api di Bojonegoro, Jawa Timur. (iStockphoto/Ibnu Achmad) |
4. Api Biru, Kawah Ijen
Di Banyuwangi, Jawa Timur, ada fenomena alam api biru yang muncul di kawah Gunung Ijen.
Fenomena alam ini disebut hanya ada dua di dunia, satunya lagi di Islandia.
Bagi yang ingin menikmati pemandangannya, silakan melakukan pendakian ke Gunung Ijen sejak pagi buta, sehingga bisa sekaligus mendapati panorama matahari terbit yang pertama di Pulau Jawa.