Beda Sakit Kepala, Migrain, dan Vertigo

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 24/01/2021 18:45 WIB
Sering dianggap sama, namun sakit kepala, migrain, dan vertiga memiliki perbedaan yang jelas. Berikut beda sakit kepala, migrain, dan vertigo. Ilustrasi. Sering dianggap sama, namun sakit kepala, migrain, dan vertiga memiliki perbedaan yang jelas. (iStockphoto/Ridofranz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sakit kepala, migrain, dan vertigo sering kali dianggap sama. Padahal, tiga kondisi ini punya perbedaan yang jelas. Berikut perbedaan sakit kepala, migrain, dan vertigo.

Dokter Spesialis Saraf, Alvin Rahmawati menjelaskan, sakit kepala, migrain, dan vertigo punya perbedaan spesifik yang harus dapat diidentifikasi.

"Terdapat perbedaan yang jelas antara sakit kepala dan juga pusing yang mengarah ke vertigo. Beda kondisi atau diagnosis, tatalaksana pengobatannya juga beda," kata Alvin kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.


Alvin menjelaskan, sakit kepala terbagi atas dua, yakni primer dan sekunder. Nyeri kepala primer adalah nyeri kepala tanpa diketahui penyebab khusus atau penyebab yang belum dapat dipastikan. Sedangkan nyeri kepala sekunder adalah nyeri kepala karena kelainan lain di kepala atau leher seperti infeksi dan tumor.

Sakit kepala primer memiliki beberapa tipe yakni tegang, migrain, dan klaster. Setiap tipe memiliki perbedaan gejala, begitu juga dengan vertigo.

Berikut perbedaan gejala nyeri kepala dan vertigo.

1. Sakit kepala tipe tegang/tendon

Gejala yang muncul:
- Nyeri kepala seperti diikat, kepala berat seperti ditindih beban di kedua sisi kepala
- Sering disertai rasa kaku pada leher dan bahu
- Nyeri biasanya bersifat ringan-sedang
- Nyeri tidak memberat dengan aktivitas rutin seperti berjalan, atau naik tangga
- Kadang penderitanya sensitif terhadap cahaya terang atau suara
- Bisa disertai mual, tapi tidak mudah
- Penderita juga biasanya merasakan nyeri saat bagian kepala ditekan keras dengan jari
- Dapat berlangsung 30 menit sampai tujuh hari. Jika terjadi berjam-jam hingga lebih dari 15 hari disebut kronis.

2. Sakit kepala tipe migrain

Gejala yang muncul:
- Nyeri kepala berdenyut di satu sisi
- Intensitas nyeri sedang-berat
- Saat serangan, penderitanya biasanya mengalami mual, bisa pula dengan muntah
- Dapat disertai keringat dingin
- Penderita menjadi lebih sensitif terhadap cahaya dan suara
- Aktivitas fisik akan memperberat keluhan
nyeri
- Berlangsung 4-72 jam. Bila nyeri berlangsung lebih dari 72 jam dan belum ada perbaikan sebaiknya segera ke dokter.

3. Sakit kepala klaster

Gejala yang muncul:
- Nyeri kepala hebat di area mata, alis dan pelipis, satu sisi saja
- Berlangsung 15-180 menit
- Disertai dengan mata memerah dan berair, pupil mengecil, serta hidung tersumbat atau bahkan seperti pilek, berair/keluar ingus, kelopak mata bengkak atau sedikit
menutup, dahi atau wajah tampak memerah, dan berkeringat
- Penderita biasanya terlihat gelisah
- Nyeri kepala klaster bisa terjadi setiap dua hari sekali sampai dengan delapan kali per hari
- Nyeri kepala klaster cenderung periodik, muncul rutin pada waktu yang sama

4. Vertigo

Alvin menjelaskan vertigo tidak termasuk dalam kategori sakit kepala, melainkan pusing.

"Vertigo tidak sama dengan sakit kepala. Vertigo disebabkan karena gangguan keseimbangan atau permasalahan di otak," kata Alvin.

Berikut gejala vertigo yang muncul:
- Pusing berputar
- Badan terasa ringan, sempoyongan
- Kehilangan keseimbangan, seperti mau jatuh
- Diikuti dengan mual dan muntah
- Gerakan bola mata tidak wajar
- Telinga berdenging atau gangguan pendengaran

Segera kunjungi dokter jika sakit kepala, migrain, ataupun vertigo tidak berkurang setelah beberapa waktu untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

(ptj/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK