Skinimalism, Tren Skincare yang Bakal Hit di 2021

tim, CNN Indonesia | Minggu, 21/02/2021 20:35 WIB
Tahun 2021, tren kecantikan dan skincare akan berubah menjadi skinimalism atau perawatan kulit minimalis. Tahun 2021, tren kecantikan dan skincare akan berubah menjadi skinimalisme atau perawatan kulit minimalis. (iStockphoto/ake1150sb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tren kecantikan datang dan pergi setiap tahunnya. Akan tetapi di tahun ini, ada sebuah perbedaan soal perawatan kulit. Menurut platform media sosial Pinterest, tren kecantikan terbaru adalah skinimalism.

Gerakan tersebut, yang dimuat dalam Trend Prediction Report, mengacu pada bagaimana wanita merangkul rutinitas kecantikan yang lebih berkelanjutan, yang mulai tren sejak pandemi.

"Semua orang sekarang berfokus pada apa yang penting dalam kehidupan sehari-hari kita dan kesehatan adalah bagian besar dari itu," kata Niamh O'Connell, wakil presiden kelompok kesehatan di Rosewood Hotel Group dikutip dari South China Morning Post.


"Laporan terbaru oleh Agility Research menunjukkan munculnya serangkaian nilai konsumen baru pasca pandemi yang berpusat di sekitar keberlanjutan dan didorong oleh milenial dan Generasi Z."

Laporan Pinterest juga menyoroti pergerakan menuju perawatan kulit buatan rumah alias homemade.

Dia menambahkan bahwa generasi masa kini tak mencari merek skincare yang mewah dan aneh-aneh. Sebaliknya mereka mengincar keaslian dan transparasi tentang produk tersebut.

"Ini akan berdampak pada industri perawatan kulit, yang secara tradisional mengadopsi pendekatan glossier untuk mempromosikan produk dalam kategori seperti anti-penuaan, untuk contoh. Sekarang, konsumen menginginkan kejelasan dan kebenaran di balik perawatan kulit mereka. "

Menurut Laporan Pinterest, skinimalism menandai akhir dari "tampilan riasan berlapis" yang mendukung "rutinitas baru yang 'sangat cantik' [yang] sederhana dan berkelanjutan".

Skinimalism juga menandai era berakhirnya 10 langkah perawatan wajah yang tren di tahun-tahun lalu.

"Jika Anda mengikuti, katakanlah, rutinitas 10 langkah di malam hari, pada saat Anda mencapai langkah terakhir, kulit Anda tidak akan mampu menyerap setengah dari produk yang telah Anda aplikasikan. Anda hanya menumpuknya," kata facialist selebriti Joanna Czech.

"Yang penting adalah kapan Anda menggunakan produk Anda, bagaimana Anda menggunakannya dan urutan langkah yang Anda ikuti. Saya yakin Anda tidak membutuhkan lebih dari lima produk per rutinitas."

Langkah perawatan sederhana di pagi hari bisa dilakukan dengan aplikasi pembersih dan pelembab sudah cukup, sedangkan tabir surya harus dioleskan tergantung pada kebutuhan Anda dan iklim tempat tinggal Anda.

Young  brown-haired woman with clean fresh skin and soft, delicate make up. Woman  is touching own face tenderly. Image of freshness and cleanliness.Cosmetology, plastic surgery,facial treatment and beauty technologies.Foto: Istockphoto/EdwardDerule
ilustrasi

Di malam hari, wanita sebaiknya menambahkan toner setelah dibersihkan, sebaiknya yang menyeimbangkan pH kulit sehingga dapat menyerap produk yang diaplikasikan selanjutnya secara efektif, dan serum sebelum melembapkan.

Kemudian dilanjutkan dengan memilih salah satu yang menargetkan perhatian khusus Anda, baik itu jerawat atau pigmentasi. Triknya adalah memilih serum yang tepat dan mengaplikasikannya pada waktu yang tepat.

"Saya lebih suka serum yang mengatasi maksimal satu atau dua masalah daripada produk yang menjanjikan untuk melakukan semuanya. Ini berarti Anda dapat memiliki serum sebanyak yang Anda suka tetapi dipakai bergantian, bagaimana dan kapan Anda menggunakannya, "kata Czech.

"Jadi, misalnya, Senin dan Kamis akan menjadi malam untuk memakai krim pencerah kulit Anda, sedangkan Selasa dan Jumat akan menjadi hari untuk menghidrasi. Targetkan perhatian yang berbeda pada hari-hari terpisah sehingga Anda dapat merampingkan rutinitas Anda. Menggunakan produk tertentu dua hingga tiga kali seminggu akan tetap memberikan hasil yang baik selama produknya bagus. "

(chs)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK