Polling CNN: 61 Persen Pembaca Akui Kesepian saat Pandemi

tim, CNN Indonesia | Minggu, 28/02/2021 07:47 WIB
Polling CNNIndonesia.com menunjukkan bahwa 61,1 persen pembaca merasa kesepian selama pandemi Covid-19. Simak penjelasan ahli sebagai berikut. Ilustrasi. Hasil polling CNNIndonesia.com menunjukkan 61,1 persen pembaca merasa kesepian selama pandemi Covid-19. (iStockphoto/kitzcorner)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal, termasuk mendorong sebagian besar orang ke dalam perasaan kesepian.

Penyebabnya beragam, mulai dari tak jumpa dengan teman karena pembatasan jarak hingga tak tahu pasti apa yang membuatnya kesepian.

Berdasarkan hasil jajak pendapat CNNIndonesia.com di Twitter yang diikuti 753 pembaca, 61,1 persen mengaku merasa kesepian selama pandemi Covid-19.




Dari 453 pembaca yang menjawab penyebab mereka kesepian, 41,7 persen di antaranya paling banyak memilih opsi tidak tahu.

Sedangkan, 30,7 persen lainnya memilih alasan karena tidak bertemu teman, diikuti dengan 18,1 persen akibat kehilangan pekerjaan, dan sisanya 9,5 persen disebabkan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah.



Menanggapi hasil polling tersebut, praktisi mindfullness Adjie Santosoputro mengatakan bahwa bagi yang merasa kesepian dan tidak tahu penyebabnya kemungkinan karena kurang menelusuri rasa dalam diri.

"Persoalan di ranah rasa ini kan manusia ini sering kali kurang ya, [kurang] belajar merasa. Iya kesepian tapi bingung ini karena apa ya," kata Adjie.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa ini juga mungkin terkait dengan pendidikan soal kesehatan mental yang masih terbatas.

Berbeda dengan di ranah kesehatan fisik yang terkadang mungkin lebih disadari.

Adjie mencontohkan dengan situasi yang terjadi kala fisik merasa sakit pilek.

"Saya tahu saya pilek dan saya tahu penyebabnya apa, karena kebanyakan minum es, kehujanan, atau habis bersih bersih rumah kena debu," tuturnya.

"Kita punya ilmu yang cukup meski tentu lebih pinter dokter tapi setidaknya kita punya ilmu secara mandiri untuk mengetahui penyebab [umum] pilek. Walau kalau ketemu dokter penyebabnya bisa lain."

Hanya saja, untuk persoalan kesepian ini, Adjie mengatakan bahwa diri belum cukup untuk membedah rasa kesepian itu sendiri. Pada akhirnya, ini berujung dengan persoalan banyak orang kesepian tapi tidak tahu penyebabnya apa.

Selain karena kurangnya menelusuri rasa kesepian dalam diri, Adjie mengatakan bahwa ini juga mungkin terkait bahwa kesepian yang dirasa merupakan persoalannya dengan hubungan atau relasi diri sendiri.

"Jadi barangkali yang kesepian dan bingung penyebabnya apa mungkin karena hubungan dengan diri sendirinya tidak connect," papar Adjie.

"Tapi karena kita lebih sering lihat yang di luar diri kita sehingga enggak ketangkep ini penyebab di ranah dalam apa. 'Aku kesepian terus aku melihat keluar, sebenarnya enggak ada masalah sih.' Padahal sebenarnya penyebabnya ada di dalam diri."

Adjie melihat berbeda dengan opsi lain dalam polling yang dinilai lebih menjadi faktor eksternal. Di antaranya yakni kesepian karena WFH, kehilangan pekerjaan, serta tidak berjumpa dengan teman.

"Itu penyebab eksternal dan lebih mudah ketangkep," katanya.

Namun di sisi lain, Adjie melihat bahwa ada kemungkinan orang-orang yang tak tahu alasan dirinya merasa kesepian sebenarnya memang tidak benar-benar merasakan itu.

Menurutnya, pandemi Covid-19 ini tidak hanya persoalan kesepian, tapi juga kekhawatiran, kecemasan, serta perasaan kehilangan.

"Ini mungkin sebenarnya unpleasant feeling, jadi perasaan enggak nyaman tapi dikategorikannya kesepian," ujar Adjie.

(els/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK