Alasan Psikologis Mengapa Perempuan Lebih Sering Mengalah

tim, CNN Indonesia | Senin, 01/03/2021 20:50 WIB
Psikolog klinis dari Ciputra Medical Center dan Smart Mind Center Frisca Melissa Iskandar mengungkapkan alasan mengapa perempuan sering mengalah. Psikolog klinis dari Ciputra Medical Center dan Smart Mind Center Frisca Melissa Iskandar mengungkapkan alasan mengapa perempuan sering mengalah. (istockphoto/CoffeeAndMilk)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketika seorang ibu dihadapkan pada sebuah pilihan, ibu akan selalu mengalah dan mendahulukan suami serta anaknya. Dalam pertengkaran keluarga, umumnya perempuan juga lebih sering mengalah. Entah apa alasannya, namun biasanya mereka lebih pilih mengalah. Ini bukan hanya berlaku pada ibu tapi perempuan pada umumnya.

Psikolog klinis dari Ciputra Medical Center dan Smart Mind Center Frisca Melissa Iskandar, menjelaskan bahwa perempuan memiliki kecenderungan naluriah untuk mengutamakan kepentingan orang lain, khususnya kepentingan keluarga.

"Ada dua faktor yang mendorong perilaku tersebut yakni internal dan eksternal. Faktor internal karena ada yang namanya dorongan untuk memilikiself imageyang positif," kata Frisca dikutip dari Antara.


Sedangkan faktor eksternalnya adalah peran perempuan sebagai ibu atau istri yang memang menjadi pengayom rumah tangga.

Selain itu, perempuan juga cenderung menginginkan citra diri yang positif sehingga seringkali rela mengalah untuk orang lain dan keluarganya.

Mengutip teori Abraham maslow, tokoh psikologi asal Amerika Serikat, Frisca menjelaskan kebutuhan manusia tersusun dalam suatu hierarki, manusia memenuhi kebutuhannya secara berjenjang.

"Manusia akan berusaha memenuhi satu jenjang kebutuhan terlebih dahulu. Setelah jenjang pertama terpenuhi, maka manusia akan mencoba memenuhi kebutuhan yang ada di jenjang berikutnya," kata Frisca.

Pertama adalah kebutuhan fisiologis. Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan paling mendasar atau kebutuhan primer, seperti makan, minum, pakaian, dan tempat tinggal.

Manusia akan memenuhi kebutuhan fisiologis terlebih dahulu sebelum ia beranjak ke kebutuhan berikutnya. Sebab, kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan yang paling kuat dan mendesak pemenuhannya.

Kedua adalah kebutuhan rasa aman yang meliputi kebutuhan keamanan dan perlindungan dari bahaya fisik dan emosi.

Ketiga kebutuhan sosial yang meliputi kebutuhan kasih sayang, rasa memiliki, bersosialisasi, penerimaan, dan persahabatan.

Keempat kebutuhan penghargaan meliputi faktor-faktor internal seperti harga diri, otonomi, dan prestasi serta faktor-faktor eksternal seperti status, pengakuan, dan perhatian.

Kebutuhan penghargaan atau disebut juga kebutuhan untuk aktualisasi diri merupakan hak untuk memperoleh dan kewajiban untuk meraih atau mempertahankan pengakuan dari orang lain.

(chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK