7 Kebiasaan Kecil yang Berpengaruh Buruk pada Orgasme

tim, CNN Indonesia | Senin, 15/03/2021 21:50 WIB
Jangan salah, ada berbagai kebiasaan sehari-hari yang berpengaruh buruk pada orgasme Anda. Berikut rinciannya. Jangan salah, ada berbaai kebiasaan sehari-hari yang berpengaruh pada orgasme Anda. (iStockphoto/nd3000)
Jakarta, CNN Indonesia --

Orgasme merupakan klimaks dari siklus respons seksual. Meski hanya berlangsung beberapa detik, orgasme layaknya sesuatu yang berharga dan selalu dicari tiap kali sesi 'ranjang'.

Mengutip dari WebMD, orgasme akan memiliki karakteristik umum seperti, kontraksi otot (pada wanita kontraksi terjadi pada vagina), tekanan darah, detak jantung dan pernapasan berada pada tingkat tertinggi, otot kaki kejang, rahim juga kontraksi, pada pria terjadi kontraksi ritmis otot di pangkal penis, ruam atau sex flush juga memungkinkan muncul.

Sensasi campur aduk nan menyenangkan ini sayangnya tidak selalu mudah dirasakan wanita. Dikutip dari Bustle, survei menemukan hanya 25 persen wanita yang orgasme sepanjang waktu. Sedangkan pria 90 persen mampu menyelesaikan siklus seksual dan mencapai 'puncak'.


Buat wanita, orgasme dipengaruhi banyak faktor termasuk stres, kecemasan, masalah kesehatan, kepadatan aktivitas juga masalah hubungan. Jika perlu, cek ke dokter sembari mengevaluasi kebiasaan sehari-hari sebab ini pun turut berkontribusi pada orgasme Anda.

1. Sering begadang

Kurang tidur akibat sering begadang bakal membawa masalah pada kehidupan seksual termasuk orgasme. Sebuah studi pada 2015 yang dipublikasikan di The Journal of Sexual Medicine menemukan tidur yang cukup antara 7-9 jam per malam penting untuk hasrat seksual dan respons genital selama aktivitas seks.

2. Makan keju

Keju jadi salah satu produk susu populer dan banyak digunakan sebagai pelengkap menu makanan. Rupanya keju turut mempengaruhi orgasme karena temuan di AS menyebut keju yang dikonsumsi diberi tambahan hormon sintetis. Melansir dari Eat This, Not That!, saat konsumsi tak terkendali, keju seperti ini bisa berpotensi mengganggu produksi hormon alami tubuh termasuk estrogen dan testosteron. Akibatnya, dorongan seks terganggu dan berujung pada puncak seks yang sulit tercapai.

HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK