Kebanyakan Main Medsos Bisa Sebabkan Masalah Gigi

tim, CNN Indonesia | Rabu, 24/03/2021 07:10 WIB
Penelitian terbaru dari Tel Aviv University menyebut terlalu sering buka Instagram, Facebook, TikTok, dan media sosial lainnya bisa sebabkan masalah gigi. Penelitian terbaru dari Tel Aviv University menyebut terlalu sering buka Instagram, Facebook, TikTok, dan media sosial lainnya bisa sebabkan masalah gigi. (MariusMB/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Media sosial selama ini disebut sebagai biang kerok masalah kesehatan mental dan juga kesehatan mata. Namun penelitian terbaru dari Tel Aviv University menyebut terlalu sering buka Instagram, Facebook, TikTok, dan media sosial lainnya bisa sebabkan masalah gigi.

Para peneliti menemukan korelasi langsung antara ketergantungan perangkat dan dua penanda stres dan kecemasan: gigi bergemeretak dan nyeri rahang. Selain itu, mereka juga akan mengalami gangguan tidur dan masalah mata.

"Kami yakin gejala ini terkait dengan FOMO (fear of missing out), takut ketinggalan," kata Pessia Friedman-Rubin, dari sekolah kedokteran gigi Universitas Tel Aviv dikutip dari Times of Israel.


"Orang-orang terus-menerus menggunakan ponsel mereka karena khawatir akan melewatkan sesuatu, dan memeriksa WhatsApp, Facebook, dan aplikasi lain.

"Ini menciptakan siklus ketergantungan yang semakin besar pada ponsel, yang mengarah pada perasaan stres dan kecemasan, dan perasaan bahwa seseorang mungkin menulis sesuatu di media sosial dan saya akan melewatkannya dan tidak tahu apa-apa. Singkatnya, ponsel sebenarnya menyebabkan banyak orang stres, dan kami melihat manifestasi fisik dari hal ini."

Studi tersebut melibatkan 600 orang, berusia 18 hingga 35 tahun. Penelitian menyebut 45 persen pengguna smartphone mengklaim punya kebutuhan sedang sampai tinggi untuk selalu melihat ponselnya. Dari data tersebut, 50 persennya menyebut ponsel mereka menyebabkan tingkat stres sedang sampai tinggi.

Sementara itu pengguna ponsel biasa (kosher phone), hanya 22 persen yang merasa perlu untuk selalu 'stand by' dekat ponse, dan hanya 20 persen yang menganggap ponselnya menyebabkan stres.

Dalam penelitian yang sudah dilakukan peer review dan akan segera diterbitkan di Jurnal Quintessence International, para peneliti melaporkan kejadian kebiasaan cemas yang jauh lebih tinggi di antara pengguna smartphone.

Dari pengguna smartphone tersebut, sekitar 24 persen dari pengguna smartphone biasa melaporkan menggeretakkan gigi pada siang hari, dan 21 persen pada malam hari. Sedangkan pengguna ponsel biasa (kosher phone) angkanya juga jauh lebih kecil hanya 6 persen yang menggeretakkan gigi di siang hari, dan 7,5 persen pada malam hari.

Sekitar 29 persen orang yang memiliki perangkat biasa mengalami nyeri pada otot rahang, tetapi hanya 14 persen pengguna ponsel biasa yang mengalami nyeri ini.

"Semakin sering Anda menggunakan ponsel cerdas, semakin besar kemungkinan Anda terluka akibat nyeri rahang, menggertakkan gigi, dan bangun di malam hari," kata Pessia Friedman-Rubin.

Friedman-Rubin mengatakan bahwa penelitian tersebut tidak bertujuan untuk merendahkan teknologi ponsel cerdas, tetapi menyarankan agar orang-orang menetapkan batasan.

"Kami tentu saja mendukung kemajuan teknologi, tetapi seperti halnya segala sesuatu dalam hidup, penggunaan smartphone yang berlebihan dapat menyebabkan gejala negatif," kata Friedman-Rubin. "

"Penting bagi publik untuk menyadari konsekuensi yang ditimbulkannya pada tubuh dan pikiran dari pemakaian yang berlebihan."

(chs)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK