Alasan Perut Lapar Kembali 2-4 Jam Setelah Sahur

tim, CNN Indonesia | Kamis, 15/04/2021 09:30 WIB
Apa penyebab perut lapar hanya beberapa jam setelah sahur? Berikut penjelasan ahli. Ahli membeberkan alasan perut kembali lapar hanya selang beberapa jam setelah sahur. (iStockphoto/erdikocak)
Jakarta, CNN Indonesia --

Saat menjalani puasa Ramadan, tak jarang Anda mungkin mulai merasa lapar di pagi hari padahal belum lama baru saja menyantap makan sahur.

Lalu, apa penyebab perut lapar hanya beberapa jam setelah sahur?

Dokter spesialis gizi klinik lulusan Universitas Hasanuddin, Makassar, Tirta Prawita Sari menjelaskan kondisi yang terjadi dalam tubuh saat Anda berpuasa, termasuk alasan terkadang merasa lapar 2-4 jam setelah makan sahur.


Menurut Ketua Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi itu, rasa lapar yang muncul setelah 2-4 jam setelah sahur biasanya karena makanan yang ada dalam tubuh mulai habis dan insulin dalam tubuh turun.

Dia mengungkapkan bahwa ada hormon dalam tubuh yang kemudian memberitahu otak kalau lambung sudah kosong dan menuntut untuk diisi.

Sebagai bentuk respons setelah empat jam ini, tubuh mengeluarkan cadangan berupa glikogen yang biasanya tersimpan dalam tubuh tergantung jenis dan kuantitas makanan Anda.

"Cadangan ini biasanya habis dalam 12 jam, setelah itu glukagon bekerja mencari dan memecahkan cadangan energi dari sumber lainnya, yang paling banyak sekali dalam tubuh adalah lemak," tutur Tirta, seperti dikutip Antara.

Lebih lanjut, dia memaparkan bahwa saat puasa memasuki 10 jam, lemak mulai dipecah sehingga kadarnya akan mulai meningkat dan dua jam kemudian atau kondisi 12 jam berpuasa sampai pada titiknya.

Menurutnya, inilah alasan Anda merasa ada gelombang lapar, kemudian normal lagi, lalu kembali lapar dan kemudian merasa baik-baik saja dekat waktu berbuka puasa.

"Karena setelah 12 jam asam lemak yang menjadi pecahan sumber energi mulai mencapai puncak sehingga energi lagi bagus-bagusnya, makanya terus segar lagi," kata Tirta.

Tirta mengatakan, berpuasa diyakini dapat mengobati resistensi ini, menyebabkan insulin yang tadinya resisten menjadi sensitif kembali sehingga keseluruhan proses metabolisme dalam tubuh bekerja lebih baik.

Insulin yang resisten merupakan masalah dan menjadi penyebab kejadian peradangan dalam tubuh.

Di sisi lain, kegiatan yang menjadi rutinitas umat Islam selama Ramadan itu juga bisa menjadi sarana detoksifikasi mengatasi gaya hidup tak sehat misalnya merokok, kopi berlebihan dan bahan-bahan kimia yang sifatnya stimulatif.

"Berpuasa juga merupakan salah satu modalitas yang kita pakai untuk mengatasi masalah-masalah inflamasi dan lainnya. Pemain penting dalam tubuh yang menjadi penyebab berbagai faktor inflamasi yakni insulin dan kadar gula darah. Keduanya back to back, ketika gula darah naik insulin juga akan naik," demikian kata Tirta.

(Antara/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK