Misteri Orang Sakti hingga Meteor di Bukit Kelam Kalimantan

CNN Indonesia | Jumat, 16/04/2021 11:50 WIB
Ada banyak kisah mengenai Bukit Kelam, mulai dari orang sakti sampai meteor. Bukit batu ini juga telah sering didatangi oleh peneliti. Bukit Kelam di Kalimantan Barat. (Zhilal Darma via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-4.0))
Jakarta, CNN Indonesia --

Pernah mendengar tumbuhan bernama Kantong Semar? Banyak yang belum tahu kalau salah satu jenis dari tanaman karnivora itu merupakan tumbuhan endemik di Bukit Kelam, Kalimantan Barat.

Mirip dengan Uluru di Australia, Bukit Kelam merupakan formasi batu monolit di tengah Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Tingginya sekitar 1.002 meter, yang merupakan formasi batu monolit terbesar dan tertinggi di Indonesia dan juga salah satu yang terbesar dan tertinggi di dunia.


Karena keanekaragaman hayatinya, pemerintah akhirnya menata kawasan tersebut sebagai Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kelam. Masyarakat sekitar biasa menyebutnya Bukit Raya.

Bukit Kelam berada di antara dua sungai besar, yaitu Sungai Melawi dan Sungai Kapuas.

Pendakian ke puncak Bukit Kelam berdurasi sekitar 4-5 jam untuk naik dan 3-4 jam untuk turun.

Sekitar tahun 1980-an, ahli botani asal Jerman menjadi orang pertama yang mendaki bukit ini.

Nama Bukit Kelam memang telah lama mashyur di kalangan peneliti botani. Pasalnya, bukit batu ini menjadi rumah bagi 14 spesies Kantong Semar yang berbeda, salah satunya yang endemik dan terancam punah adalah jenis Nepenthes Clipeata.

Sangat sulit menjangkau tumbuhan Kantong Semar yang hidup di sini, karena mereka biasanya berada di sisi tebing vertikal pada ketinggian antara 500 dan 800 meter.

Selain Kantong Semar, Bukit Kelam juga menjadi hunian bagi tanaman Anggrek Hitam, beruang madu, trenggiling, sampai burung walet.

Orang sakti sampai meteor di Bukit Kelam

Tentu saja ada cerita rakyat yang menyelimuti eksistensi Bukit Kelam, sama seperti yang terjadi pada Gunung Tangkuban Perahu di Jawa Barat.

Mengutip dari situs resmi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, konon katanya Bukit Kelam merupakan sebongkah batu yang dipikul oleh seorang sakti bernama Bujang Beji dari daerah Kapuas Hulu untuk membendung Sungai Melawi.

Itu dilakukan karena dirinya iri dengan seorang sakti lain bernama Temenggung Marubai. Temenggung Marubai menguasai Sungai Melawi, sedangkan Bujang Beji menguasai Sungai Kapuas.

Misteri Orang Sakti hingga Meteor di Bukit Kelam Kalimantan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK