REKOMENDASI KULINER

Gurihnya Lamb Biryani dan Pita Bread 'Kayu Rambutan' Lebanon

tim, CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 15:00 WIB
Makanan Lebanon bukan makanan yang asing buat orang Indonesia. Ada beberapa restoran ala Lebanon di Jakarta salah satunya Al Nafoura. Makanan Lebanon bukan makanan yang asing buat orang Indonesia. Ada beberapa restoran ala Lebanon di Jakarta salah satunya Al Nafoura. (Le Meridien)
Jakarta, CNN Indonesia --

Makanan Lebanon bukan makanan yang asing buat orang Indonesia. Ada beberapa nama restoran ala Lebanon di Jakarta lengkap dengan semua menu khasnya.

Tapi tak semuanya bisa memberikan pengalaman makan seperti di restoran asli di Lebanon. Sore itu, menjelang waktu berbuka puasa, restoran AL Nafoura di hotel Le Meridien cukup ramai. Setelah melakukan pengecekan suhu, tetap memakai masker, menjaga jarak, menggunakan hand sanitizer, dan melakukan scan barcode untuk registrasi, kami bergegas berkelana melihat semua makanan yang tersaji ala buffet.

Meski saat itu, Le Meridien tengah melakukan renovasi di beberapa bagian, namun tak menyurutkan niat para koki di bawah komando Chef de Cuisine Ahmad Moussa untuk menghadirkan berbagai hidangan khas Lebanon yang autentik.


"AL Nafoura berati air mancur. Restoran ini sudah berdiri sejak 1998," ungkap Moussa di sela-sela break usai berbuka puasa beberapa waktu lalu.

Sembari melepas topi kebanggaannya, dan sesekali menyeka peluhnya, dengan antusias dia bercerita bahwa untuk menciptakan semua kuliner sampai ambience autentik, banyak 'aksesori' yang memang didatangkan dari Lebanon. Bahkan termasuk Moussa sendiri berasal dari Lebanon.

Seperti layaknya makanan Eropa, Lebanon juga punya makanan pembuka alias starter. Namun bukan sup, melainkan cold appetizer atau cold mezzeh.

Demi menjaga kebersihan, Anda tak perlu mengambil sendiri semua makanan. Para staf yang bertugas di masing-masing station makanan akan mengambilkan semua makanan yang Anda inginkan.

Sebagai pembuka puasa, roti pita yang pipih dan bulat dalam ukuran yang sesuai sebagai makanan pembuka (karena umumnya, roti pita berukuran cukup besar sebagai makanan pembuka dan berakhir sebagai sisa makanan). Roti pita ini bisa disantap dengan tambahan aneka makanan pendamping seperti hommos, moutabel, babaganoush, tabouleh, labneh kishkeh, mohamara, makali ma tahini sauce, dan lainnya.

Sebenarnya tanpa tambahan apapun, roti pita ini sudah punya 'rasanya' sendiri. Jangan bayangkan rasanya bakal seperti roti asin atau roti manis. Tidak, tapi lebih seperti roti tawar dengan tekstur yang tak alot namun kokoh. Ada aroma bakaran oven kayu bakar yang tercium dari roti tersebut. Ternyata, Moussa membenarkan kalau roti ini dipanggang dengan oven kayu bakar dengan cara tradisional.

"Kayunya pakai kayu rambutan."

Kayu rambutan sendiri memang sudah sejak lama dikenal bisa memberikan aroma yang sedap pada makanan yang dibakar dengan kayu tersebut.

Menu le meridienFoto: Arsip Le Meridien

Nasi Biryani Lebanon

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK